IDEA JATIM, BEIJING – Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Negeri Malang (UM) resmi menggebrak panggung pendidikan internasional. Langkah besar diambil dengan menggandeng Tianjin University of Technology and Education (TUTE), China. Kerja sama ini menjadi sinyal kuat ambisi UM mencetak lulusan yang mampu bersaing di pasar kerja global.
Pada pertemuan strategis Rabu (08/04) di Beijing, delegasi SPs UM yang dipimpin Prof. Yusuf Hanafi bertemu langsung dengan Vice President TUTE, Prof. Dr. Mi Jing. Fokus utamanya jelas: penguatan pendidikan vokasi dan riset internasional yang adaptif terhadap industri.
Bukan sekadar formalitas, kerja sama ini menawarkan program-program prestisius bagi mahasiswa. Dr. Slamet Arifin, Ketua Unit Penjaminan Mutu SPs UM, memaparkan skema kolaborasi yang meliputi pertukaran dosen, mahasiswa, hingga program Joint Degree.
“Kami tidak hanya bicara teori. UM menyiapkan pendanaan internal dan dukungan kementerian untuk memastikan program ini berjalan nyata,” tegas Dr. Slamet Arifin di hadapan petinggi TUTE.
Pihak TUTE menyambut optimis tawaran tersebut. Prof. Dr. Mi Jing menekankan bahwa TUTE, melalui China-Shanghai Cooperation Organization (CSCO), memiliki jejaring luas dalam membangun pendidikan kejuruan lintas negara. ”Kami berkomitmen menjadi pusat inovasi bagi kolaborasi internasional ini,” ujar Prof. Mi Jing.
Angle menarik lainnya adalah penguatan riset. Dr. Wang Heng’an dari CSCO VTEC menyoroti pentingnya riset bersama yang berdampak langsung pada dunia industri. Dengan akses ke teknologi di China, mahasiswa SPs UM berpeluang melakukan penelitian dengan standar global.
Tommy Tanu Wijaya, Ph.D. dari Beijing Normal University yang hadir sebagai fasilitator, menyebut kolaborasi ini sebagai jembatan emas. Komunikasi yang efektif antara kedua kampus diharapkan mempercepat implementasi program di lapangan.
Bagi SPs UM, aliansi dengan TUTE China adalah langkah catur yang cerdas. Di tengah ketatnya persaingan global, memiliki relasi dengan institusi teknologi terkemuka di China memberikan nilai tawar tinggi bagi sivitas akademika UM. “Kerja sama ini adalah investasi jangka panjang untuk kualitas akademik kita,” tutup Prof. Yusuf Hanafi.
Melalui kemitraan ini, SPs UM membuktikan diri bukan sekadar pengamat, melainkan pemain aktif dalam transformasi pendidikan kejuruan dunia. Lulusan UM kini memiliki jalur yang lebih lebar untuk berkarier dan berkarya di level internasional. (*)




