MOJOKERTO, IDEAJATIM.ID Komandan Korem (Danrem) 082/Citra Panca Yudha Jaya (CPYJ), Kolonel Inf. Batara Alex Bulo, memberi apresiasi tinggi atas kreativitas jurnalis dan seniman. Hal ini terlihat saat Danrem 082/CPYJ mengunjungi pameran lukisan dan foto karya jurnalistik di Sunrise Mall Mojokerto, Senin (13/07/2026).
Saat mengunjungi lokasi pameran, terlihat Danrem turut didampingi para Komandan Kodim jajaran Korem 082/CPYJ. Rombongan ini menyusuri area pameran sambil mengamati satu per satu karya yang dipajang, mulai dari foto jurnalis hingga lukisan bertema budaya, sejarah, dan nasionalisme.
Lalu, perhatian Danrem 082/CPYJ tertuju pada lukisan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Setelah mengamati detail karya tersebut, Kolonel Batara Alex Bulo mengaku tertarik dan memutuskan untuk meminang lukisan tersebut.
Keputusan ini menjadi momen yang menarik perhatian pengunjung pameran. Menurut Danrem, sebuah karya seni tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mampu menyampaikan pesan kebangsaan, sejarah, dan semangat nasionalisme kepada masyarakat.
Danrem mengapresiasi penyelenggaraan pameran yang menampilkan perpaduan antara karya foto jurnalistik dan lukisan. Menurutnya, karya-karya tersebut menjadi media yang efektif untuk mengabadikan perjalanan sejarah sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat.
“Budaya adalah warisan bangsa yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Melalui karya lukisan maupun foto jurnalistik, nilai-nilai budaya dapat terus digaungkan kepada generasi berikutnya agar tidak tergerus perkembangan zaman,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan seperti ini semakin sering digelar sebagai ruang kolaborasi antara insan pers, seniman, dan masyarakat. Selain menjadi wadah apresiasi terhadap karya kreatif, pameran juga dinilai mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya dan identitas bangsa.
Pameran lukisan dan foto karya jurnalistik yang digelar di Sunrise Mall Mojokerto tersebut menghadirkan berbagai karya yang mengangkat potret kehidupan masyarakat, budaya Majapahit, hingga tokoh-tokoh nasional. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkuat sinergi antara dunia jurnalistik dan seni dalam merawat memori serta jati diri bangsa.




