IDEAJATIM.ID, MOJOKERTO, – Momen Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 dimanfaatkan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Mojokerto untuk memperkuat pendidikan Pemilu bagi pemilih pemula. Pada MPLS tersebut, siswa dari SMAN 1 Puri Mojokerto mendapat banyak materi tentang kepemiliuan, utamanya terkait pengawasan terhadap semua tahapan Pemilu.
Ketua Bawaslu Kabupaten Mojokerto, Dody Faizal mengatakan bahwa momen MPLS merupakan momen krusial terutama bagi pemilih pemula. Hal ini berkaca dari kerentanan pemilih kategori tersebut terhadap manipulasi informasi.
“Kelompok pemilih pemula juga menjadi salah satu kelompok strategis dalam penentuan arah demokrasi. Untuk itu perlu pemahaman lebih dalam lagi tentang kepemiluan agar mereka tidak salah menggunakan hak pilihnya,” urainya, Selasa (14/07/2026).
Dody menambahkan, kalangan pemilih pemula kerap dibayangi beragam kesalahan, seperti hanya ikut-ikutan pilihan teman atau keluarga, tergoda popularitas peserta Pemilu tanpa menelusuri rekam jejaknya, hingga gampang terhasut informasi yang beredar di media sosial yang belum tentu benar.
“Pemilih pemula harus paham suara mereka sangat berharga. Jadi jangan sampai tergoda pada hal-hal yang justru sebenarnya sangat dilarang,” tegasnya.
Masih kata Dody, kalangan pemilih pemula sering beranggapan bahwa partisipasi dalam kontestasi politik tidak memberi dampak langsung kepada mereka. Padahal, sikap apatisme ini berbahaya, terlebih pada pemilihan umum 2029 nanti jumlah pemilih pemula diproyeksikan mencapai lebih dari 10 juta jiwa.
“Untuk itu kami mendorong adik-adik yang masuk kategori pemilih pemula untuk melek politik, dalam arti paham apa itu kontestasi politik, juga ikut mengawasi bersama demi tegaknya demokrasi,” paparnya.
Menariknya, Bawaslu Kabupaten Mojokerto juga akan mendampingi kalangan pemilih pemula di sekolah untuk menggelar pesta demokrasi dalam skala sekolah. Seperti, pemilihan ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) yang disimulasikan seperti pemilihan umum.
“Jadi nanti ada yg bertugas sebagai pengawas, ada kontestan yang maju sebagai calon ketua OSIS, akan dilaksanakan seperti momen Pemilu betulan. Siswa tidak hanya mendapat materi, tapi juga praktik langsung agar semakin paham,” tutup Dody. (hnf)




