IDEA JATIM, MALANG – Universitas Brawijaya (UB) resmi membuka rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) melalui Opening Ceremony RAJA BRAWIJAYA 2026 di kampus setempat, Senin (10/8/2026). Rangkaian penyambutan tingkat universitas ini dijadwalkan berlangsung hingga 12 Agustus 2026, sebelum dilanjutkan di tingkat fakultas pada 13–15 Agustus 2026.
Mengusung tema “Gelora Brawijaya: Membentuk Generasi Transformatif yang Inklusif, Inovatif, Berwawasan Global, dan Berkelanjutan untuk Indonesia Emas 2045”, agenda ini menjadi titik awal perjalanan akademik ribuan mahasiswa baru UB.
Rektor UB, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., menegaskan bahwa RAJA BRAWIJAYA dirancang untuk memperkenalkan lingkungan akademik sekaligus mendorong mahasiswa mengembangkan kapasitas diri sejak awal.
“RAJA BRAWIJAYA merupakan gerbang awal bagi adik-adik mahasiswa untuk memasuki kehidupan sebagai mahasiswa UB. Jadikan masa perkuliahan ini sebagai ruang untuk belajar, berproses, berkolaborasi, dan mempersiapkan diri untuk memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat dan Indonesia,” ujar Prof. Widodo saat membuka acara secara resmi.
Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Direktorat Kemahasiswaan UB, Dr. Sujarwo, S.P., M.P., menyampaikan bahwa PKKMB menjadi momentum untuk menampilkan potensi terbaik kampus agar mahasiswa baru memiliki ekspektasi tinggi dalam mencapai prestasi akademik maupun kemahasiswaan.
Ketua Pelaksana RAJA BRAWIJAYA 2026, Daffa Yasa Pratama, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan tahun ini membawa sejumlah pembaruan guna menuju world class university orientation. Rangkaian kegiatan berfokus pada lima isu utama: kesehatan mental dan anti-kekerasan seksual, inklusivitas, perspektif global, kecerdasan artifisial (AI) dan digitalisasi, serta keberlanjutan.
Perspektif global diperkuat dengan melibatkannya mahasiswa internasional dari berbagai negara dalam rangkaian acara. Dari sisi teknologi, panitia meluncurkan sistem pengelolaan digital Integrated System Managerial RAJA BRAWIJAYA serta aplikasi khusus mahasiswa baru yang dilengkapi fitur peta (Maps) dan asisten AI.
Perhatian pada kesejahteraan mahasiswa juga diwujudkan melalui screening kesehatan mental saat pengambilan jas almamater, penyediaan konselor selama acara, kampanye digital, hingga pembentukan program Candra Sena Ambassador sebagai wadah agen kampanye positif.
“Harapannya mahasiswa baru siap secara fisik, mental, dan kesehatan, punya milestone setelah RAJA BRAWIJAYA ini, serta memiliki perencanaan selama kuliah hingga karier mendatang,” tutur Daffa. (*)




