Sulap Limbah Kacang Jadi Snack Bar Bergizi, Mahasiswa UB Bawa Inovasi Zero Waste ke Vietnam

IDEA JATIM, MALANG — Berawal dari keprihatinan terhadap tingginya limbah pangan di Vietnam, Zahrah Nabila Ariq, mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), berhasil menciptakan inovasi pangan lokal yang berkelanjutan. Di bawah bimbingan Dr. nat. techn. Sudarma Dita Wijayanti, Zahrah mengolah ampas kacang tanah menjadi snack bar lezat, praktis, dan kaya gizi.

​Inovasi ini merupakan bagian dari program Mahasiswa Membangun Desa – Doktor Mengabdi (MMD-DM) UB 2026 yang dikemas dalam skema International Community Development Thematic SDGs. Bekerja sama dengan University of Science and Education – The University of Da Nang (UED–UD), tim ini memboyong konsep zero waste langsung ke masyarakat Vietnam Tengah.

​Pengembangan snack bar ini menjawab tiga permasalahan mendasar di Da Nang, Vietnam. Selain angka limbah makanan yang meningkat hingga 0,52 kg per orang setiap harinya, melimpahnya hasil panen kacang tanah di wilayah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal.

Masyarakat lokal umumnya hanya mengolah kacang tanah dengan cara direbus, digoreng, atau disangrai.
​Di sisi lain, Vietnam tengah menghadapi tantangan gizi (triple burden of malnutrition) di tengah meningkatnya tren gaya hidup sehat berbasis nabati (plant-based).

Baca Juga:  ​FP UB Resmikan Kelompok Kajian Durian: Dorong Paradigma Bioindustri Skala Nasional

​“Komoditas kacang tanah sangat melimpah di wilayah Vietnam Tengah, namun pemanfaatannya oleh masyarakat lokal masih sebatas olahan sederhana, sehingga nilai tambahnya belum optimal,” ungkap Dr. Sudarma Dita Wijayanti.

​Proses pembuatan snack bar memanfaatkan sisa fraksi padat dari ekstraksi susu kacang tanah. Ampas tersebut dikeringkan, lalu dicampur dengan bahan bernutrisi seperti oat instan, kismis atau kurma, madu, serta margarin. Adonan kemudian dipadatkan dan dipanggang hingga mencapai tekstur yang pas.

​Melalui proses trial and error sejak Mei hingga Juli 2026, Zahrah berhasil menemukan formulasi ideal. Tak sekadar bernilai guna, produk ini juga unggul dari segi rasa.

​“Hasil pengembangan menghasilkan snack bar dengan tekstur renyah sekaligus chewy serta cita rasa kacang yang khas. Uji hedonik terhadap 34 panelis menunjukkan penerimaan yang sangat baik pada atribut warna, aroma, rasa, tekstur, hingga penampilan keseluruhan,” terang Zahrah.

​Selain snack bar, rangkaian program ini juga menghasilkan olahan lain berupa Yoghurt Kacang Tanah dan Peanut Butter. Agar manfaatnya berkelanjutan, tim UB menyusun modul, poster, dan video tutorial sebagai media edukasi mandiri bagi warga Da Nang. Inovasi ini membuktikan bahwa penerapan zero waste mampu menaikkan nilai ekonomi bahan pangan lokal sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di tingkat global. (*)

Baca Juga:  Jamin Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa, Universitas Brawijaya Godok Peraturan Rektor Kesehatan Mental

Berita Terkini

Lewat UMiCamp, UM Sulap Budaya Lokal Jadi Bahasa Diplomasi 29 Negara

IDEA JATIM, MALANG – Universitas Negeri Malang (UM) kembali...

Di Tebing Coban Putri, Merah Putih Berkibar dari Tangan Pemanjat Cilik

IDEAJATIM-BATU — Angin pagi berembus pelan di kawasan Coban...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img