Nakhoda Baru SMPK Mardi Wiyata: Frater Daniel Bawa Energi Baru dan Pendekatan Humanis

IDEA JATIM, ​MALANG — SMPK Mardi Wiyata Malang resmi memasuki babak baru kepemimpinan pada Tahun Ajaran 2026/2027. Frater M. Daniel Lando, BHK, seorang biarawan muda asal Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur, resmi dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Sekolah baru.

​Perjalanan panggilan hidup Frater Daniel bermula dari kekagumannya terhadap para frater pendidik sewaktu menempuh pendidikan di SMA Frateran Ndao, Ende. Pengalaman tersebut mendorongnya membulatkan tekad bergabung dengan Kongregasi Frater Bunda Hati Kudus (BHK).

​”Saya cukup terkagum dengan beberapa frater yang sebagai kepala sekolah, ada yang mengajar musik, mengajar agama. Kehadiran mereka itu disukai anak-anak. Dari situ saya merasa, ‘Eh, kayaknya bagus ya, bagaimana mereka dekat dengan orang lain,” kenang Frater Daniel.

​Pendidikan kebiaraannya dimulai dari tahap Postulat di Maumere pada tahun 2011, dilanjutkan masa Novisiat di Karangwidoro, Malang. Karya perdananya di lingkungan yayasan dimulai pada tahun 2014 saat bertugas di bagian keuangan sub-perwakilan Kediri untuk SMPK Mardi Wiyata Kediri dan SDK Frateran 1 Kediri.

​Setelah menyelesaikan studi S1 Pendidikan Keagamaan Katolik di STP-IPI Malang, ia langsung dipercaya menjabat sebagai Kepala TK Mardi Wiyata Malang (2023–2026). Saat ini, Frater Daniel juga sedang menuntaskan studi S2 Manajemen Pendidikan di Universitas Negeri Malang (UM) yang ditargetkan lulus pada Desember 2026.

​”Tesis saya tentang supervisi pengajaran oleh kepala sekolah berstatus biarawan Katolik berdasarkan nilai-nilai Kristiani. Saya mau lihat apakah ada perbedaan antara kepemimpinan biarawan dengan awam,” jelasnya mengenai riset magister yang sedang ia rampungkan.

​Memasuki bulan kedua memimpin SMPK Mardi Wiyata, Frater Daniel merasakan dinamika perpindahan yang signifikan dari jenjang TK ke SMP. Di tingkat SMP, murid dan guru dinilainya sudah jauh lebih mandiri dalam menjalankan program sekolah.

​”Kalau di SMP, anak-anak sudah pada besar semua. Dengan menyapa saja mereka sudah merasa cukup. Guru-gurunya juga sudah merancang kurikulum bersama tim, jadi istilahnya Frater tinggal terima bersih,” ungkapnya sambil tersenyum.

​Meski demikian, memimpin remaja Generasi Z membawa tantangan tersendiri. Sebagai langkah membangun kedekatan emosional, Frater Daniel rutin berdiri menyambut para siswa di depan gerbang sekolah setiap pagi.

​”Saya setiap pagi berusaha berdiri menyapa anak-anak, kadang tos. Untuk anak kelas 7 karena sama-sama baru, suasananya lebih hangat. Kalau kelas 8 dan 9, mungkin mereka belum terlalu siap, kadang memunculkan rasa canggung juga,” akunya jujur.

​Menghadapi proses adaptasi ini, Frater Daniel tetap optimis. Menurutnya, kerendahan hati untuk terus belajar adalah kunci utama dalam menjalankan amanah kepemimpinan.

​”Segala permulaan itu pasti sulit, tidak mungkin gampang. Tapi saya percaya, paling penting mau belajar dan mau bertanya, pasti bisa,” pungkas Frater Daniel menegaskan komitmennya. (*)

Berita Terkini

Semangat Kemerdekaan di IIBS Batu, Santri Al Hikmah Siap Jadi Generasi Pemimpin Masa Depan

IDEA JATIM, BATU – Suasana khidmat dan penuh rasa...

Dorong Kebijakan Akuntabel, UM dan DPR RI Uji RUU Lewat Regulatory Sandbox

IDEA JATIM, MALANG – Dorong pembentukan kebijakan yang akuntabel,...

Wali Kota Nurochman Bersama Forkopimda Ikuti Upacara Detik-detik Proklamasi HUT Ke-81 RI

IDEA JATIM, BATU – Wali Kota Batu, Nurochman, dan...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img