Selawat dan Gunungan di Anak Saleh

IDEA JATIM, MALANG – Hari itu, Senin. 24 Agustus 2026.

​Halaman SD Anak Saleh (SDAS) Malang mendadak berubah jadi “lautan” jajanan. Ada 24 tumpeng raksasa. Tapi moves-nya beda. Ini bukan tumpeng nasi kuning lengkap dengan ayam gorengnya. Ini tumpeng snack. Dari chiki, biskuit, sampai cokelat—semua menancap rapi di rangka gunungan.

​Inilah cara unik SD Anak Saleh merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW.

​”Tahun ini kita buat beda,” kata Herlina Tri Pambudiati, S.Pd., S.Pd., Gr, atau Ustadzah Ellin, Waka Humas dan Kesiswaan sekolah itu.

​Biasanya? Snack cuma dibagikan biasa di dalam hall. Membosankan. Kali ini lain cerita. Setiap kelas diwajibkan bikin satu gunungan snack. Ada 24 kelas. Berarti ada 24 gunungan. Ukurannya beda-beda. Kreasinya? Jangan ditanya. Heboh!

​Setiap murid bawa lima sampai enam snack dari rumah. Lalu ditempel bersama di kelas. Ini bukan sekadar tempel-menempel. Ini project-based learning—bahasa kerennya pembelajaran berbasis proyek. Di situ ada pelajaran kerja sama, kebersamaan, sampai integrasi mata pelajaran agama.

Baca Juga:  Kemeriahan Kirab Gunungan SD Anak Saleh Malang: Menyambut Maulid Nabi dengan Suka Cita dan Kebersamaan

​Pukul 07.00 WIB, parade dimulai.
​Serombongan anak-anak mengarak gunungan snack keliling jalanan di sekitar sekolah. Sambil berjalan, mulut mereka tak henti melantunkan selawat. Meriah. Warga sekitar pun tersenyum melihat aksi mereka. Pukul 08.30 WIB, kirab selesai.

​Pertanyaannya: gunungan mana yang menang?

​Jawabannya: tidak ada!

​Lho, tidak dilombakan?

​”Sengaja,” tegas Ustadzah Ellin.

​Sekolah tidak mau esensi Maulid terdistorsi oleh rasa ingin mengalahkan orang lain. Ini tentang ikhlas. Tentang memberi yang terbaik untuk memperingati kelahiran Rasulullah.

Bukan soal siapa juara satu. Usai kirab, gunungan itu dibongkar, lalu dimakan ramai-ramai di kelas. Indahnya berbagi.
​Kalau anak-anak masih ingin bertanding, tempatnya bukan di gunungan snack. Sekolah tetap menyiapkan panggung lain: lomba khot, tahfidz, dan pildacil.

​Sebenarnya, “demam” Maulid di SD Anak Saleh sudah disuntikkan sejak dua pekan sebelumnya. Setiap pagi anak-anak dibiasakan berselawat. Saat makan siang, layar menampilkan video kisah keteladanan Nabi.

​Ustadzah Ellin berharap, sepulang dari sekolah hari itu, anak-anak tidak cuma ingat rasanya makan chiki ramai-ramai.

Baca Juga:  Tanamkan Niat Naik Haji Sejak Dini, SD Anak Saleh Gelar Rangkaian Iduladha 1447 H yang Edukatif

Tapi juga membawa pulang hikmah: meneladani sifat mulia Sang Nabi, terutama kepedulian dan semangat berbagi.

​Kreatif. Meriah. Bermakna. (*)

Berita Terkini

Kemeriahan Kirab Gunungan SD Anak Saleh Malang: Menyambut Maulid Nabi dengan Suka Cita dan Kebersamaan

IDEA JATIM, ​MALANG – Suasana penuh kegembiraan mewarnai SD...

5 Kuliner Legendaris Bangil Pasuruan yang Wajib Dicoba, Ada Nasi Punel dan Kikil

IDEAJATIM.ID, PASURUAN – Bangil, Kabupaten Pasuruan, tidak hanya dikenal...

Fokus Penguatan Karakter, Polinema Terapkan Mapping Potensi untuk 4.330 Mahasiswa Baru

IDEA JATIM, MALANG – Politeknik Negeri Malang (Polinema) menekankan...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img