Rekam Jejak Frater Tommy: Dari Bumi Flores, Afrika, Hingga Mengabdi untuk Pendidikan Anak di Malang

IDEA JATIM, ​MALANG — Keteladanan hidup dan panggilan hati untuk mengabdi sering kali membawa seseorang melintasi perjalanan panjang yang tak terduga. Hal inilah yang dialami oleh Frater Maria Chrysostomus, BHK, atau yang akrab dipanggil Frater Tommy. Pria kelahiran Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur pada 21 Februari 1981 ini kini mendedikasikan hidupnya sebagai pendidik dan pemimpin di lingkungan Yayasan Mardi Wiyata, Malang.

Lahir dengan nama lengkap Yohanes Maria Vianney Chrisostomus Hansri Amahurit, anak kedua dari tujuh bersaudara ini tumbuh dalam keluarga sederhana. Ayahnya adalah seorang pensiunan kepala sekolah, sementara ibunya merupakan seorang ibu rumah tangga. Panggilan hidupnya mulai tumbuh ketika ia mengenyam pendidikan di SMA Katolik Frateran Podor Larantuka. Terinspirasi oleh sosok sang ayah serta keteladanan para frater di sekolah dan asrama, ia mantap memilih jalan hidup sebagai seorang frater pendidik selepas tamat SMA pada tahun 2001.

​Nama panggilannya, “Tommy”, memiliki keunikan tersendiri. Nama tersebut ia racik sendiri saat menyesuaikan nama biarawannya (Chrysostomus), dengan mengambil kombinasi awalan kata dan huruf “Y” dari nama baptisnya, Vianney.

Sebelum menduduki posisi kepemimpinan di sekolah, Frater Tommy menempuh proses pembinaan yang ketat. Ia mengawali tugasnya sebagai bapak asrama di SMPK Frateran Ndao Ende (2004) dan SMPK Frateran Maumere (2005).

Baca Juga:  Open House 2025 SDK Mardi Wiyata 1 ; Gelar Lomba Kreativitas Siswa TK, Ajarkan Cinta Budaya

​Keberanian dan ketertarikannya pada dunia luar membawanya pada misi yang lebih besar. Pada tahun 2006, berbekal kemampuan bahasa Inggris yang teruji, ia diutus menjadi tenaga misionaris relawan di Kenya, Afrika. Selama enam tahun (2006–2012) bertugas di Kenya, ia membaur erat dengan masyarakat lokal hingga fasih berbahasa Swahili melalui interaksinya sehari-hari bersama anak-anak.

Sekembalinya ke Indonesia pada 2012 untuk mengucapkan Janji Kekal (Kaul Kekal) seumur hidup, Frater Tommy ditugaskan mengajar seni vokal dan literasi di SDK Frateran Kediri serta SDK Mardi Wiyata 1 Malang. Untuk memperkuat profesionalismenya, ia melanjutkan studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di Universitas Kanjuruhan Malang pada tahun 2015.

​Kiprah kepemimpinannya di Yayasan Mardi Wiyata dimulai saat ia dipercayakan menjadi Kepala TK Mardi Wiyata pada Januari 2021. Setelah dua tahun memimpin TK, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala SDK Mardi Wiyata 2 (2023–2026), sebelum akhirnya kembali dipercaya memimpin KB-TK Mardi Wiyata pada pertengahan tahun ajaran 2026.

​Meski perawakannya khas keturunan Flores yang terkesan tegas, Frater Tommy mengaku hatinya selalu terpaut pada dunia anak-anak. Refleksi panjang perjalanan hidupnya membuktikan bahwa dedikasi dan kasih Sayang mampu menembus batas geografis maupun jenjang pendidikan. (*)

Baca Juga:  Prinsip Hati dan Senyuman: Kisah Frater Tommy, Pendidik yang Tak Pernah Marah pada Anak-Anak

Berita Terkini

Meriah! Skariga Got Talent 2026 Jadi Wadah Kreativitas Siswa SMK PGRI 3 Malang

IDEA JATIM, MALANG - ​Skariga Got Talent SMK PGRI...

Prinsip Hati dan Senyuman: Kisah Frater Tommy, Pendidik yang Tak Pernah Marah pada Anak-Anak

IDEA JATIM, ​MALANG — Di balik perawakan tegas khas...

Menko Muhaimin Luncurkan Perintis Berdaya Connect di Batu, Perkuat Ekosistem Pemberdayaan Ekonomi

IDEA JATIM, BATU - Pemerintah mendorong optimalisasi aset dan...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img