Outing Class SMPK Mardi Wiyata Malang Dorong Siswa Berpikir Kritis dan Inovatif

IDEA JATIM, MALANG — SMPK Mardi Wiyata Malang menggelar kegiatan kokurikuler berbasis outing class untuk para siswanya. Program ini dirancang guna mendukung pembelajaran intrakurikuler secara langsung di lapangan.

​Waka Kurikulum SMPK Mardi Wiyata Malang, Agustina Nila Puspita Sari, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini mengusung tema yang berbeda untuk tiap jenjang kelas.
​”Kokurikuler ini kegiatan untuk menunjang intrakurikuler. Di SMPK Mardi Wiyata, sistemnya dibuat per tema. Kelas 7, 8, dan 9 temanya sendiri-sendiri,” ujar Nila saat ditemui pada Rabu (16/9/2026).

​Untuk kelas 7, tema yang diangkat adalah Kearifan Lokal. Para siswa diajak menjelajah Pasar Oro-Oro Dowo untuk mengenal makanan tradisional. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Museum Topeng untuk mempelajari budaya Topeng Malangan.

SMPK Mardi Wiyata
Siswa-siswi kelas 8 melakukan observasi lapangan ke kawasan TPA Supiturang

​Sementara itu, kelas 8 mengusung tema Rekayasa dan Teknologi. Para siswa diajak mendalami tiga bidang teknologi penting, yakni financial technology (fintech), pengolahan sampah, dan teknologi informasi.

​Dalam program ini, siswa kelas 8 mengunjungi TPA Supit Urang untuk melihat pemrosesan sampah akhir. Mereka juga dijadwalkan berkunjung ke Bank Indonesia untuk mengenal QRIS, serta bekerja sama dengan Departemen IT Universitas Ma Chung untuk mempraktikkan teknologi Virtual Reality (VR).

Baca Juga:  Gelora Iman dan Adu Cerdas di Bulan Kitab Suci Nasional SMPK Mardi Wiyata Malang

​”Agustus lalu, kelas 8 berhasil membuat produk mobil robot pengikut manusia. Jadi, mereka dilatih dan produknya juga kami nilai,” ungkap Nila.

SMPK Mardi Wiyata
Siswa kelas 7 melakukan kegiatan sobo pasar untuk mengenal jajanan tradisional

​Adapun kelas 9 mengusung tema Suara Gen Z. Program ini bertujuan mengasah keberanian siswa dalam berpendapat. Para siswa diajak mengamati fenomena kota di sekitar sekolah, lalu menyampaikannya dalam bentuk audiensi di kantor DPRD Kota Malang.

​Nila menegaskan, seluruh rangkaian kegiatan ini bermuara pada pengembangan 8 Dimensi Profil Lulusan.

​”Muaranya ke sana. Selama mereka beraktivitas, kami observasi. Penilaian dilakukan dari hasil observasi dan produk yang dihasilkan,” pungkasnya.

​Melalui pendekatan belajar di luar kelas ini, para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teori, tetapi juga pengalaman praktis yang mengasah pola pikir kritis dan kepedulian sosial. (*)

Penulis

Berita Terkini

FBiPK UB dan Faculty of Educational Studies UPM Perkuat Ekosistem Pendidikan Global

IDEA JATIM, ​MALANG — Kemitraan strategis antara Universitas Brawijaya...

SMPK Frateran Celaket 21 Malang Gelar Pesta Demokrasi Pemilihan Ketua OSIS 2026–2027

IDEA JATIM, MALANG – Suasana di hall terbuka SMP...

HARAPAN KELUARGA KEMBALI MENYALA, PENYELAM BASARNAS TEMUKAN SATU KORBAN KM VIRGO TRANSPORT 8

IDEAJATIM - Di tengah operasi pencarian yang terus berlangsung,...
spot_img
Berita Terkait
spot_imgspot_img