MTs Almaarif 01 Singosari Wujudkan Madrasah Ramah Anak, Siap Jadi Madrasah Rujukan

IDEAJATIM.ID, MALANG — MTs Almaarif 01 Singosari tancap gas memperkuat komitmen sebagai Madrasah Ramah Anak (MRA) melalui bedah indikator dan penyusunan bukti dukung selama dua hari, Kamis–Jumat (30 April–1 Mei 2026).

Langkah ini menjadi upaya menuju standar nasional sekaligus membuka peluang menjadi madrasah rujukan di Kabupaten Malang.

Mts Almaarif
MTs Almaarif 01 Singosari Wujudkan Madrasah Ramah Anak, Siap Jadi Madrasah Rujukan 1

Kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari program tahun sebelumnya. Jika sebelumnya fokus pada pengenalan, kini MTs Almaarif 01 Singosari memperdalam pemahaman indikator Sekolah Ramah Anak (SRA) serta menyiapkan bukti dukung yang lebih sistematis dan terukur.

Mts Almaarif
MTs Almaarif 01 Singosari Wujudkan Madrasah Ramah Anak, Siap Jadi Madrasah Rujukan 2


Hadir sebagai narasumber, fasilitator nasional Bekti Prastyani, S.Pd., bersama Ach. Asyhari, S.Pd., memberikan penguatan teknis terkait strategi pemenuhan indikator hingga sinkronisasi program di tingkat madrasah. Pendampingan ini menekankan pentingnya implementasi yang tidak hanya administratif, tetapi juga berdampak nyata.

Mts Almaarif
MTs Almaarif 01 Singosari Wujudkan Madrasah Ramah Anak, Siap Jadi Madrasah Rujukan 3


Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Malang, Yuli Nur Rohmawati, M.Pd. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan program Madrasah Ramah Anak di wilayah tersebut.


Kepala MTs Almaarif 01 Singosari, Dwi Retno Palupi, M.Pd., menegaskan bahwa MRA bukan sekadar program, melainkan gerakan bersama seluruh warga madrasah. Ia berharap penguatan ini mampu mendorong lahirnya budaya pendidikan yang benar-benar berpihak pada peserta didik.

Baca Juga:  Penuh Haru dan Bahagia, TK Islam Almaarif 02 Singosari Lepas Angkatan Pertama dengan Pentas Seni Meriah


Bagi Palupi, pendidikan ramah anak bukan sekadar konsep, melainkan praktik nyata yang terus dibangun, mulai dari budaya madrasah hingga sistem pendukung yang berkelanjutan.
“Harapannya, program Madrasah Ramah Anak tidak hanya berkembang di lembaga kami, tetapi juga menginspirasi madrasah lain di Kabupaten Malang,” ujarnya.


Sementara itu, Yuli Nur Rohmawati menekankan bahwa konsep madrasah ramah anak tidak hanya soal fasilitas, melainkan juga menyangkut budaya dan pola interaksi.
“Ketika lingkungan belajar ramah, relasi guru dan siswa sehat, serta anak merasa aman dan dihargai, disitulah esensi madrasah ramah anak terwujud,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi keseriusan MTs Almaarif 01 Singosari yang dinilai telah melangkah lebih jauh dari sekadar pemenuhan administrasi.
“MTs Almaarif 01 Singosari berpotensi menjadi rujukan implementasi MRA di Kabupaten Malang,”. (*)

Berita Terkini

Mini Art Malang #7 Hadirkan 220 Seniman, “AKAR” Jadi Ruang Menelusuri Identitas dan Asal-usul Budaya

IDEA JATIM, MALANG – Sebanyak 220 seniman dari berbagai...

Bakar Semangat Kader Muda, H. Sugeng: Ber-NU Itu Jalur Resmi Ikut Berjuang Bersama Ulama

Ideajatim.id, MALANG – Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kecamatan...

HM. Yahya Sugeng Winarto, Hari Ini Bekali Kader Muda IPNU Sukun Materi Ke-NU-an di Ajang Makesta

Ideajatim.id, ​MALANG – Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) Kota...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img