IDEA JATIM, MALANG – Sebanyak 220 seniman dari berbagai daerah ambil bagian dalam Mini Art Malang (MAM) #7 yang berlangsung di Malang Creative Center (MCC), Kota Malang, pada 17–30 Juli 2026. Mengusung tema “AKAR”, pameran seni rupa tahunan ini menghadirkan ratusan karya yang mengeksplorasi identitas, asal-usul, budaya, hingga relasi manusia dengan alam.

Kurator pameran, Leck Budi, mengatakan tema “AKAR” tidak dimaknai sebatas bagian biologis tumbuhan. Menurutnya, akar merupakan metafora yang merepresentasikan sejarah personal, asal-usul keluarga, budaya, hingga ingatan kolektif yang membentuk kehidupan manusia.
“Meski akar berada di bawah tanah dan tak terlihat, ia adalah sumber kehidupan yang memungkinkan sebuah pohon tumbuh, tegak berdiri, dan berkembang. Akar melambangkan landasan yang kuat serta koneksi mendalam antara manusia, alam, lingkungan, dan komunitasnya,” ujar Leck Budi.

Sebanyak 171 seniman mengisi zona utama pameran dengan menampilkan karya dua dimensi maupun tiga dimensi. Berbagai karya tersebut lahir dari beragam pendekatan, mulai dari realis, abstrak, hingga konseptual.
Beragam karya yang dipamerkan memotret isu yang berbeda-beda, mulai dari identitas budaya, relasi manusia dengan alam, ketahanan hidup, hingga kritik terhadap realitas sosial. Masing-masing seniman menghadirkan sudut pandang tersendiri dalam memaknai tema “AKAR”.


Selain zona utama, Mini Art Malang #7 juga menghadirkan lima zona pameran lainnya, yakni Zona Perupa Muda Jawa Timur, Paviliun Kota Pasuruan, Pameran Tugas Akhir Universitas Jawa Timur, Pameran Tunggal Happy Wahyudi Firdaus, serta Zona Representasi MTN LAB 2025. Jika digabungkan dengan seluruh zona pameran, Mini Art Malang #7 melibatkan 220 seniman dari berbagai daerah.
Antusiasme juga datang dari para pengunjung. Putra, warga Kota Malang yang merupakan mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri di Malang, menilai Mini Art Malang menjadi ruang penting bagi masyarakat untuk mengenal seni rupa lebih dekat sekaligus memperluas wawasan.
“Senang sekali bisa menghadiri dan menyaksikan kembali Mini Art Malang ke-7 ini. Bagi saya, pameran ini menjadi tempat untuk menambah referensi dan belajar. Selain itu, acara seperti ini juga sangat bagus bagi penikmat seni, khususnya di Malang. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus rutin diselenggarakan,” kata Putra.



Mini Art Malang #7 dapat dikunjungi masyarakat hingga 30 Juli 2026 di Malang Creative Center (MCC), Kota Malang. Selama penyelenggaraan, pengunjung dapat menikmati ratusan karya seni rupa yang tersebar di enam zona pameran dengan beragam pendekatan dan interpretasi terhadap tema “AKAR”. (*)



