KOPEMAS ke-7 UNISMA Dorong Ekosistem Pengabdian Masyarakat Terintegrasi dan Berdampak Luas

IDEA JATIM, ​MALANG — Universitas Islam Malang (UNISMA) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran perguruan tinggi bagi masyarakat luas melalui penyelenggaraan Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (KOPEMAS) ke-7. Kegiatan ini diprakarsai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) secara hybrid, Sabtu (19/09/2026).

Dengan mengusung tema “Strategi Mengembangkan Ekosistem Pengabdian Terintegrasi untuk Membangun Perguruan Tinggi Lebih Berdampak”, ajang tahunan ini menjadi wadah strategis diseminasi hasil pengabdian para akademisi dari berbagai daerah.

​Dalam sambutannya, Plh. Rektor UNISMA, dr. Hj. Erna Sulistyowati, M.Kes., Ph.D., menekankan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan keunggulan sekaligus keunikan tersendiri bagi akademisi di Indonesia. Berbeda dengan tradisi perguruan tinggi luar negeri yang umumnya memisahkan community service dari sistem kurikulum internal kampus, di Indonesia pengabdian masyarakat telah menjadi bagian integral dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang melekat pada tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) dosen.

​”Pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi secara resmi sebagai bagian dari Tupoksi dosen ini adalah kebanggaan kita. KOPEMAS UNISMA hadir sebagai pionir konferensi nasional di bidang ini, menjadi wadah yang selalu dinanti oleh para dosen untuk saling berbagi hasil diseminasi serta mempublikasikan luarannya melalui prosiding ilmiah,” ujar dr. Erna.

Baca Juga:  Pascasarjana Unisma Gandeng UiTM Malaysia untuk Riset dan Penguji Internasional

​Acara pembukaan KOPEMAS ke-7 ini turut dihadiri oleh keynote speaker Luthfi Ilham Ramdhani, S.Sos., selaku Ketua Tim Kerja Bidang Pengabdian kepada Masyarakat DPPM – Ditjen Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek RI, jajaran pimpinan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNISMA, pimpinan rektorat, para dekan, serta jajaran dosen pembimbing lapangan dari berbagai fakultas.

​Lebih jauh, dr. Erna membagikan pengalamannya saat turun langsung ke daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) di Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), bersama lembaga kemanusiaan internasional asal Taiwan, Kaohsiung Society Humanitarian Care Service. Berdasarkan pengamatan lapangan tersebut, dia menggarisbawahi pentingnya keterlibatan aktif perguruan tinggi agar dana serta program bantuan kemanusiaan yang nilainya mencapai miliaran rupiah dapat tersalurkan secara lebih terarah, efektif, dan seimbang dengan dampak yang dirasakan masyarakat.

​Menatap masa depan, pihak rektorat mendorong agar KOPEMAS UNISMA tidak berhenti pada level nasional, tetapi dapat melangkah lebih jauh ke kancah internasional. Langkah ini sejalan dengan milestone UNISMA menuju World Class University.

Baca Juga:  Refleksi Kemerdekaan ke-81 RI, Rektor UNISMA Tegaskan Kemandirian dan Mutu Pendidikan

​Dengan memanfaatkan jejaring kerja sama global yang telah terjalin, UNISMA optimistis mampu mengintegrasikan kolaborasi riset dan pengabdian lintas negara. “Melalui sinergi bersama kementerian, mitra industri, dan donatur internasional, pengabdian masyarakat diharapkan dapat menghadirkan solusi konkret yang berdampak langsung bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya. (*)

Penulis

Berita Terkini

FBiPK UB dan Faculty of Educational Studies UPM Perkuat Ekosistem Pendidikan Global

IDEA JATIM, ​MALANG — Kemitraan strategis antara Universitas Brawijaya...

SMPK Frateran Celaket 21 Malang Gelar Pesta Demokrasi Pemilihan Ketua OSIS 2026–2027

IDEA JATIM, MALANG – Suasana di hall terbuka SMP...

HARAPAN KELUARGA KEMBALI MENYALA, PENYELAM BASARNAS TEMUKAN SATU KORBAN KM VIRGO TRANSPORT 8

IDEAJATIM - Di tengah operasi pencarian yang terus berlangsung,...
spot_img
Berita Terkait
spot_imgspot_img