Transformasi Universitas Widya Karya: Lebih Inklusif, Buka Mandarin Club hingga Artificial Intelligence

IDEA JATIM, ​MALANG — Universitas Katolik Widya Karya Malang kini memasuki babak baru transformasi. Perguruan tinggi ini tengah memproses perubahan nama menjadi Universitas Widya Karya (UWK). Langkah strategis ini diambil guna menghapus sekat eksklusivitas. Kampus kini tampil lebih universal dan terbuka bagi semua kalangan.

​Perubahan nama tersebut disampaikan oleh Ketua Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Katolik Adisucipto (YPTKA), Budi Santoso Djaja, S.H., M.M, pada Jumat (18/9/2026) lalu. Proses administrasi kini sedang bergulir di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Meski masih berproses, pihak kampus telah mengantongi izin pemasaran dari Dikti.

​”Kita sekarang lebih universal nilai-nilainya. Kita welcome untuk semuanya,” ujar Budi Santoso. Terbukti, beberapa mahasiswa baru berasal dari lingkungan pesantren.

​Langkah ini juga diselaraskan dengan penyegaran kepemimpinan. Pada Agustus lalu, rektor baru secara resmi telah dilantik, Prof. Dr. Ir. A. Maria Kukuk Yudiono, M.S. Kehadiran pimpinan baru ini membawa energi segar untuk mendorong kemajuan akademis.

​Kampus menargetkan peningkatan kualitas program studi unggulan. Beberapa prodi yang sudah berakreditasi Sangat Baik—seperti Hukum, Agribisnis, dan Teknik Sipil—terus diperkuat. Diantaranya bahkan diproyeksikan untuk membuka program Magister (S2). ​”Nanti sekitar tahun depan, kalau prosesnya berjalan lancar,” kata Budi.

Baca Juga:  Universitas Widya Karya Siapkan Lulusan Kuasai Bahasa Mandarin

​Tak hanya akademis, strategi penguatan dilakukan lewat sinergi industri dan alumni. Berdiri sejak dekade 1980-an—diawali sebagai cabang Universitas Atmajaya, kemudian menjadi Akademi St. Thomas Aquino, hingga Widya Karya—kampus ini telah mencetak puluhan ribu alumni. Yayasan kini fokus merangkul kembali jaringan alumni tersebut.

​Salah satu terobosan utamanya adalah peluncuran Mandarin Club, pada Sabtu (19/9/2026). Langkah ini merespons kebutuhan dunia kerja. Tingginya investasi dari negara-negara pengguna bahasa Mandarin, seperti Singapura, Tiongkok, Hong Kong, dan Taiwan, menuntut tenaga kerja berkemampuan bahasa Mandarin.

​”Banyak pengusaha mendatangkan ahli dari negara berbahasa Mandarin. Kalau bahasa tidak dipahami, sering terjadi miscommunication,” jelas Budi.

​Melalui Mandarin Club, mahasiswa diajak belajar percakapan sehari-hari dengan cara yang menyenangkan, seperti bernyanyi dan berkaraoke. Ke depan, penguasaan bahasa Mandarin ini ditargetkan menjadi kemampuan wajib bagi seluruh mahasiswa.
​Guna mempercepat pembenahan, yayasan mengusung tiga pilar perubahan utama:

​Penguasaan Bahasa Mandarin untuk pembekalan kerja, Integrasi Kecerdasan Buatan (AI) ke dalam kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler yang ditargetkan berjalan penuh tahun depan dan ​Pembenahan Fisik Kampus dengan nuansa modern agar mahasiswa nyaman belajar di lingkungan kampus.

Baca Juga:  Rektor UWK Malang Tegaskan Pentingnya Penguasaan Bahasa Mandarin

​Dengan wajah baru dan arah yang makin fokus, Universitas Widya Karya optimistis mampu mencetak lulusan berdaya saing tinggi yang siap menjawab tantangan dunia kerja global. (*)

Penulis

Berita Terkini

FBiPK UB dan Faculty of Educational Studies UPM Perkuat Ekosistem Pendidikan Global

IDEA JATIM, ​MALANG — Kemitraan strategis antara Universitas Brawijaya...

SMPK Frateran Celaket 21 Malang Gelar Pesta Demokrasi Pemilihan Ketua OSIS 2026–2027

IDEA JATIM, MALANG – Suasana di hall terbuka SMP...

HARAPAN KELUARGA KEMBALI MENYALA, PENYELAM BASARNAS TEMUKAN SATU KORBAN KM VIRGO TRANSPORT 8

IDEAJATIM - Di tengah operasi pencarian yang terus berlangsung,...
spot_img
Berita Terkait
spot_imgspot_img