MALANG, IDEAJATIM.ID – Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang terus memperluas jejaring kemitraan dengan dunia industri. Terbaru, kampus ini menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Gratama Consultant, perusahaan konsultan engineering asal Tangerang Selatan, di Ruang Rapat Lembaga Pengembangan Kerja Sama dan Usaha (LPKU) Kampus 1 ITN Malang, Kamis (23/7/2026).
Pada kesempatan yang sama, ITN Malang juga menjajaki peluang kerja sama strategis dengan PT Chint Indonesia melalui pemaparan berbagai teknologi elektrikal terbaru yang dapat mendukung pengembangan pendidikan, riset, dan kebutuhan industri.
Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, mengatakan kerja sama tersebut merupakan penguatan hubungan yang selama ini telah terjalin, terutama melalui para alumni Teknik Elektro yang telah berkarier di PT Gratama Consultant.
“Kerja sama ini menjadi komitmen bersama untuk memperluas penyerapan lulusan Teknik Elektro di bidang konsultasi engineering, khususnya ketenagalistrikan. Selama ini kolaborasi sebenarnya sudah berjalan karena banyak alumni kami yang bekerja di perusahaan tersebut,” ujarnya.
Menurut Awan, kolaborasi dengan PT Chint Indonesia juga membuka peluang yang lebih luas. ITN Malang yang selama ini menjadi Tempat Uji Kompetensi (TUK) ketenagalistrikan dan rutin menggelar pelatihan bersama Kementerian ESDM siap mendukung pengembangan teknologi sekaligus menyiapkan lulusan sesuai kebutuhan industri.
Selain membuka program magang bagi mahasiswa, kedua pihak juga berpeluang bekerja sama dalam pengembangan laboratorium, test bed system, hingga proyek energi baru terbarukan seperti pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di sejumlah daerah Indonesia Timur.
Direktur PT Gratama Consultant, Harto Cahyono, yang merupakan alumnus Teknik Elektro ITN Malang angkatan 1987, menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan industri menjadi langkah nyata dalam menghadirkan lulusan yang siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.
“Kami berharap kerja sama ini memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Industri mendapatkan dukungan akademik, sementara kampus semakin mampu menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan lapangan,” tuturnya.
Melalui kolaborasi ini, ITN Malang semakin mempertegas komitmennya sebagai kampus teknologi yang aktif membangun ekosistem inovasi bersama industri, alumni, dan pemerintah untuk mendukung pengembangan sektor ketenagalistrikan di Indonesia. (re)



