IDEA JATIM, BATU — Ada yang beda dan makin keren di kawasan Gapura Bring Raharjo (RW 07) : geliat seni rupa lokal mendadak “pecah” lewat pameran seni bertajuk “OPERATION WANTED”!
Digelar oleh komunitas Junrejo Art Cindicate di Joyo Sentiko Art Space, pameran ini jadi ajang unjuk gigi yang diprakarsai oleh seniman muda kebanggaan Junrejo, Pranotogomo (Gama). Nggak tanggung-tanggung, ajang ini sukses mengumpulkan 43 perupa muda lintas kawasan mulai dari Desa Junrejo, Kota Batu, hingga Malang.
Yang membuat pameran ini makin unik adalah konsep kurator yang dibawakan oleh Ahmad Rijal kiRijalan. Dengan narasi kocak bergaya “berkas perkara investigasi”, ia mengibaratkan para seniman Junrejo sebagai “aparat kreatif” yang berhasil membongkar konspirasi besar berupa limpahan potensi seni yang selama ini tersembunyi di sudut-sudut desa.
Dalam catatan kuratornya, Rijal menyebut pameran ini sebagai hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap para pemilik “bakat berbahaya”.
“Mereka yang tertangkap tangan bukanlah kriminal, melainkan SDM yang kedapatan memiliki bakat seni, kreativitas tanpa batas, dan visi estetika tinggi. Orang-orang bertalenta ini disergap di tengah aktivitas mereka, ‘ditahan’ dalam radar kreativitas, untuk diproses agar bersiap mempertanggungjawabkan bakat mereka di hadapan publik,” tulis Rijal.

Tak hanya para senimannya, lanskap alam, narasi sejarah, industri lokal, hingga denyut budaya Junrejo pun ikut “dituduh” menyembunyikan keindahan. Melalui pameran ini, para seniman melakukan penyitaan visual dan merumuskannya kembali menjadi karya seni.
Atas dasar itu, “Mahkamah Seni” resmi menjatuhkan Sanksi Kreatif kepada Junrejo Art Cindicate (JAC): Wajib mengeksplorasi diri secara total tanpa batas. Wajib mengeksploitasi potensi lingkungan, industri, dan budaya setempat untuk digubah menjadi energi seni yang menghidupkan masyarakat.
“Pameran WANTED adalah bentuk eksekusi dari sanksi tersebut. Selamat menikmati sajian barang bukti, berkas perkara estetis, dan ‘tersangka-tersangka’ visual yang siap mengadili emosi serta persepsi Anda. Persidangan kreatif resmi dibuka!” tegas Rijal dalam naskah kurasinya.
Apresiasi hangat pun mengalir dari Kepala Desa Junrejo, Andi Faisal Hasan. Ia secara terbuka memuji hadirnya galeri kreatif baru ini. Bagi Faisal, Joyo Sentiko Art Space bukan sekadar tempat pajang lukisan, tapi betul-betul menjadi inkubator karya yang menyegarkan ekosistem seni rupa di desanya.
“Terus sukses dan semangat untuk Gama serta para seniman muda Junrejo. Terima kasih kepada Bapak Ramadhan, para pendukung, dan para senior seniman Kota Batu yang terus memberikan semangat agar dunia seni rupa terus berkembang,” tutur Faisal saat membuka pameran.

Faisal menegaskan bahwa Pemdes Junrejo siap berdiri di belakang para kreator muda ini dengan prinsip Tut Wuri Handayani.
“Kami siap nyengkuyung (mendukung penuh) apa yang menjadi cita-cita para seniman demi majunya dunia seni di Desa Junrejo,” tambahnya.
Pameran “OPERATION WANTED” berhasil menyatukan energi kreatif puluhan nama bertalenta. Berikut daftar seniman yang terlibat dalam gelaran ini.
A – D: Adhelia Nirmala, Aditya Bondan P., Affan Andi H., Ahmad Ramadhan, Alfian Imasya, Ally, Andi Choirudin, Angga Ferdian, Dafira Amalia, Dianta Arkalle PH, Dias Reynalvi, Djosep.
E – J: Eko Alif Vernanda, Endra, Fraxciltiticia S. Deolinda, Gata Wedasmara H., Ghofur, Gito Lesung, Gnatra Zaid, Hashiramboi, Herman Aswindra, Jonnie Kirman, Juansyah Pria Utama, Justo.
K – N: Kevin Euaggelion, Kirana Ratih A., M. Ridwan, Mawan Sunariyo, Milla Ilmaris, Nadia Vina, Noer Cholis.
P – Z: Pranoto Gomo, Putra Iman J., Rebel, Rio Sepdin, Satuki, Slamet Riyantono, Tommy Cash, Wawan, WWN NDP, dan Yusup Andika.
Lebih dari sekadar ajang pamer karya, Joyo Sentiko Art Space kini berdiri sebagai ruang kolaborasi, tempat belajar, sekaligus wadah lahirnya karya-karya segar yang bakal mewarnai skena seni rupa di Kota Batu! (*)



