IDEA JATIM, MALANG – Tingginya tuntutan akademik dan tekanan selama masa perkuliahan mendorong Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) meresmikan fasilitas pendampingan bernama Mindfulness Corner pada Selasa (15/9/2026). Ruang ini dirancang secara khusus untuk mengakomodasi kebutuhan konsultasi akademik, pengembangan karier, penanganan emosional, hingga aktivitas pelepasan stres (stress release).
Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., menjelaskan bahwa Mindfulness Corner memiliki cakupan layanan yang luas dan tidak hanya berfokus pada penanganan persoalan kesehatan mental semata. Kehadiran fasilitas ini dipandang sebagai langkah penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang aman, nyaman, dan berstandar internasional.
“Mindfulness Corner ini akan digunakan oleh mahasiswa yang membutuhkan bantuan, konsultasi, pengembangan karir, hingga tekanan emosional supaya dapat berdiskusi,” ujar Prof. Widodo. Ia juga menambahkan harapannya agar ruang ini menunjang penyelenggaraan pendidikan secara menyeluruh.
“Harapannya tentu ini akan menjadi bagian penting untuk menunjang pendidikan, memberikan edukasi, memberikan tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh civitas akademika,” lanjutnya.
Dekan FIA UB, Prof. Dr. Hamidah Nayati Utami, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa penyediaan fasilitas ini merupakan langkah preventif kampus dalam mendampingi mahasiswa. Layanan yang disediakan tidak hanya berupa konseling langsung dengan konselor profesional, tetapi juga mencakup penanganan kasus melalui Unit Layanan Terpadu Kekerasan Seksual dan Perundungan (ULTKSP) serta pemetaan minat dan bakat.
“Jadi mahasiswa yang dirasa membutuhkan saran atas permasalahan, nanti yang menangani konselornya langsung,” jelas Prof. Hamidah. Selain pendampingan teknis dan medis, kenyamanan fisik serta psikologis mahasiswa juga menjadi prioritas. “Melalui Mindfulness Corner ini semoga mahasiswa semakin nyaman, karena di dalam juga difasilitasi stress release,” imbuhnya.
Penguatan kapasitas layanan kesehatan mental ini juga didukung melalui kemitraan strategis FIA UB bersama platform kesehatan mental Riliv, yang sebelumnya telah diawali dengan pelatihan Psychological First Aid (PFA) bagi dosen dan tenaga kependidikan pada Juni 2026.
Koordinator Badan Konseling FIA UB, Dr. Sunarti, MAB., menyampaikan bahwa Mindfulness Corner dilengkapi dengan ruang konseling, ruang kesehatan, serta beragam sarana aktivitas yang dapat membantu mahasiswa menyegarkan pikiran, seperti merajut, melukis, dan bermain permainan tradisional dakon.
“Kita juga menyediakan kegiatan untuk stress release seperti merajut, melukis, bermain dakon, dan lainnya, itu ada alat-alatnya, karena itu ampuh untuk refreshing,” terang Sunarti.
Lebih lanjut, Sunarti menjelaskan bahwa permasalahan akademik masih mendominasi sesi konsultasi. Dalam praktiknya, konselor membimbing mahasiswa untuk memetakan sumber kecemasan agar tidak terjebak dalam pola pikir berlebihan atau overthinking.
“Saya sering bertanya ke mahasiswa, itu cara menanganinya. Misal ada yang curhat gak sanggup, maka saya tanya dan berikan penjelasan supaya tidak overthinking,” pungkasnya.
Inisiatif penyediaan Mindfulness Corner ini sekaligus mempertegas komitmen FIA UB dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Penyediaan ruang aman ini berkontribusi nyata pada SDG 3 terkait peningkatan kesehatan mental dan kesejahteraan, SDG 4 dalam menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas, serta SDG 8 melalui pengelolaan stres yang mendukung produktivitas kerja dan akademik secara berkelanjutan. (*)





