ideajatim – Asosiasi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) bekerja sama dengan Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universitas Muhammadiyah Jember menyelenggarakan pelatihan penulisan cerita anak bagi guru TK se-Jawa Timur. Kegiatan dilaksanakan secara daring mulai 4 September hingga 4 November 2026 dan diikuti sebanyak 395 peserta.
Pelatihan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru dalam menghasilkan bahan bacaan yang sesuai dengan perkembangan anak usia dini. Melalui kegiatan tersebut, guru tidak hanya diarahkan untuk menjadi pengguna buku cerita, tetapi juga didorong menjadi kreator cerita anak dengan mengangkat pengalaman keseharian bersama siswa sebagai sumber inspirasi.
Materi pelatihan mencakup penguatan unsur intrinsik dan ekstrinsik cerita serta berbagai aspek dalam penulisan cerita anak. Tema yang dikembangkan dalam penulisan cerita mengacu pada tujuh kebiasaan baik anak Indonesia hebat, yaitu bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.
Tema tersebut diharapkan dapat menjadi media untuk mengenalkan kebiasaan positif dan nilai-nilai karakter kepada anak melalui cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga diarahkan untuk mendukung upaya mempersiapkan generasi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Pelatihan menghadirkan Prof. Dr. Sugiarti, M.Si., Dr. David Setiadi, M.Hum., Dr. Purwati Anggraini, S.S., M.Hum., dan Dina Merdeka Citraningrum, M.Pd. sebagai pemateri yang berpengalaman dalam bidang kepenulisan dan pendampingan.
Selain mengembangkan kreativitas guru, kegiatan ini ditargetkan menghasilkan kumpulan cerita anak yang selanjutnya dapat diterbitkan dan dimanfaatkan sebagai bahan bacaan untuk mendukung pengembangan karakter anak. Dengan demikian, guru diharapkan mampu mengambil peran lebih luas sebagai pendidik sekaligus penulis yang menghasilkan karya literasi bagi anak Indonesia.
Prof. Dr. Sugiarti, M.Si., selaku Ketua Asosiasi menyampaikan bahwa pengembangan cerita dengan tema kebiasaan baik diharapkan dapat membantu guru menghadirkan bahan bacaan yang dekat dengan kehidupan anak. Menurutnya, cerita dapat menjadi media yang efektif untuk mengenalkan nilai-nilai kehidupan dan literasi sejak usia dini.
“Kegiatan ini bertujuan baik untuk mendekatkan anak dengan nilai-nilai kehidupan dalam masyarakat. Agar sejak dini anak sudah dipahamkan dengan literasi untuk menyiapkan generasi Emas anak Indonesia,” ungkap Prof. Sugiarti.
Melalui pelatihan ini, guru diharapkan tidak hanya memiliki keterampilan dalam menulis cerita anak, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang edukatif, menarik, dan relevan dengan kehidupan anak. Kumpulan cerita yang dihasilkan nantinya diharapkan dapat menjadi bagian dari bahan bacaan anak sekaligus sarana penanaman kebiasaan baik dan nilai karakter sejak usia dini.(*)





