Ideajatim.id, BATU – Solusi digital berupa edukasi 3R hingga tabulasi data desa kini hadir untuk mengatasi persoalan sampah di Kota Batu. Inovasi berbasis website bernama EcoSort ini diinisiasi oleh mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) melalui program UM BBM X RASA DAYA BEM UM 2026. Platform ini dirancang khusus untuk membangun budaya peduli lingkungan sekaligus mendukung pengelolaan sampah berbasis data di Desa Oro-Oro Ombo.
Menariknya, peluncuran inovasi digital ini dikemas lewat aksi kreatif bertajuk EcoSort Trash Walk. Warga desa diajak jalan sehat bersama menyusuri rute pemukiman sambil langsung memungut sampah. Konsep ini dipilih agar edukasi tidak berhenti sebagai teori di dalam ruangan, melainkan langsung dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat setempat.
Koordinator Desa (Kordes) UM BBM, Salsa Nurhapid Hubaidillah, menegaskan bahwa penanganan sampah tidak bisa diselesaikan hanya dengan aksi seremonial yang sesaat. Menurut mahasiswa yang akrab disapa Sabo tersebut, perubahan pola pikir, kebiasaan, serta sistem pengelolaan yang berkelanjutan menjadi kunci utama dalam mengatasi persoalan lingkungan secara jangka panjang.
”Kami ingin menghadirkan program yang tidak hanya memberikan aksi nyata di lapangan, tetapi juga meninggalkan inovasi teknologi yang dapat terus dimanfaatkan masyarakat setelah kegiatan kami selesai,” ujar Sabo menjelaskan latar belakang pembuatan website tersebut.

Sebagai platform yang mudah diakses oleh masyarakat, Website EcoSort dibekali dengan fungsi utama untuk mendorong transformasi digital di tingkat desa. Di dalamnya tersedia informasi komprehensif mengenai jenis-jenis sampah dan cara memilahnya sejak dari rumah berdasarkan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R). Tidak hanya itu, website ini juga dilengkapi fitur sistem tabulasi data sampah yang modern. Fitur ini dirancang untuk mempermudah perangkat desa dalam melakukan pendataan secara lebih efektif dan berbasis data.
Terkait metode pendekatan langsung ke lapangan melalui program jalan sehat, Sabo menambahkan bahwa pengalaman fisik bersentuhan dengan kebersihan lingkungan jauh lebih membekas di benak warga.
”Kami percaya pengalaman terlibat langsung dalam menjaga kebersihan lingkungan akan lebih efektif membangun kesadaran masyarakat dibandingkan hanya mendengarkan sosialisasi di dalam ruangan,” kata Sabo menambahkan.
Keberhasilan program ini tidak lepas dari sinergi kuat antara mahasiswa, sivitas akademika UM, Pemerintah Kota Batu, Pemerintah Desa Oro-Oro Ombo, serta warga setempat. Kolaborasi ini membuktikan bahwa masalah lingkungan global memerlukan gotong royong lintas sektor agar dampaknya terasa secara jangka panjang. Bagi tim mahasiswa UM sendiri, tantangan koordinasi selama penyusunan konsep justru menjadi laboratorium hidup yang berharga untuk mengasah kepemimpinan dan komunikasi.
Langkah taktis ini juga berjalan beriringan dengan target global Sustainable Development Goals (SDGs). Program EcoSort berkontribusi langsung pada penguatan pengelolaan lingkungan permukiman (SDG 11), edukasi konsumsi bertanggung jawab (SDG 12), aksi iklim lewat pengurangan dampak sampah (SDG 13), serta kemitraan lintas sektor (SDG 17).
Ke depan, Website EcoSort diharapkan terus bertumbuh menjadi pusat referensi pengelolaan lingkungan di Desa Oro-Oro Ombo. Dengan sistem yang adaptif, inovasi digital ini memiliki peluang besar untuk direplikasi oleh desa-desa lain di Indonesia sebagai model pengelolaan sampah modern yang ramah masyarakat. (*)




