IDEA JATIM, BATU – Suasana berbeda tampak menyelimuti Site Office Dewan Kesenian Kota Batu (DKKB) di BTM, Jalan Kartini No. 10, pada Senin malam (13/7/2026). Jika biasanya sekretariat tersebut menjadi ruang koordinasi kegiatan seni dan budaya, malam itu berubah menjadi ruang silaturahmi yang hangat, penuh semangat kebersamaan, dan sarat makna dalam rangka memperingati Hari Jadi Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Peringatan yang digelar bertepatan dengan momentum penetapan Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus dialog lintas budaya. Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat penghayat kepercayaan di Kota Batu, penggiat seni budaya, tokoh masyarakat, serta jajaran Dewan Kesenian Kota Batu yang bersama-sama mengikuti Jagong Budaya dalam suasana kekeluargaan.
Mengusung semangat “Puji Dongo, Jalin Persaudaraan”, kegiatan diawali dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, dilanjutkan dengan dialog budaya yang berlangsung secara terbuka. Berbagai gagasan, pengalaman, serta pandangan mengenai pelestarian adat istiadat dan ritus budaya yang hidup di tengah masyarakat Kota Batu menjadi pokok pembahasan utama.
Diskusi berkembang secara dinamis membahas beragam ritus budaya yang masih dijaga oleh masyarakat, tantangan regenerasi pelaku budaya, hingga pentingnya dokumentasi serta penguatan identitas budaya lokal sebagai bagian dari kekayaan kebudayaan nasional. Para peserta juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara komunitas budaya, pemerintah daerah, akademisi, pelaku seni, serta masyarakat dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya tak benda.

Selain menjadi ajang silaturahmi, malam Jagong Budaya tersebut juga dimanfaatkan sebagai forum koordinasi antara Dewan Musyawarah Daerah Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (DMD MLKI) dengan Dewan Kesenian Kota Batu (DKKB/DKKKB). Pembahasan berlangsung intensif mengenai arah program kerja yang berfokus pada penguatan ekosistem kebudayaan di Kota Batu, termasuk peningkatan ruang ekspresi budaya, pendataan komunitas penghayat, pengembangan kegiatan edukasi budaya, hingga penyelenggaraan agenda kebudayaan yang lebih inklusif.
Atmosfer diskusi yang berlangsung santai sambil menikmati kopi dan hidangan sederhana justru melahirkan banyak gagasan baru. Semangat gotong royong dan persaudaraan menjadi benang merah yang mengikat seluruh peserta untuk bersama-sama membangun masa depan kebudayaan Kota Batu yang semakin kuat, lestari, dan berkelanjutan.
Dalam forum tersebut ditegaskan bahwa DMD MLKI dan DKKB akan semakin memantapkan sinergi kelembagaan dalam bingkai kebersamaan. Kedua lembaga berkomitmen menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Batu dalam mendukung pelestarian, perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
Peringatan Hari Jadi Kepercayaan juga menjadi pengingat bahwa keberagaman keyakinan, adat, dan tradisi merupakan bagian penting dari identitas bangsa Indonesia yang harus terus dirawat. Nilai-nilai kebijaksanaan leluhur seperti penghormatan kepada alam, kehidupan yang harmonis, toleransi, serta semangat persaudaraan diyakini tetap relevan dalam menjawab tantangan kehidupan masyarakat modern.
Sebagaimana tertuang dalam undangan kegiatan, acara dilaksanakan pada Senin, 13 Juli 2026 pukul 18.30 WIB bertempat di BTM, Jalan Kartini No. 10, Sekretariat Dewan Kesenian Kota Batu, dengan agenda utama Puji Dongo dan Jalin Persaudaraan. Nuansa visual kegiatan yang dihiasi ornamen budaya Nusantara, tokoh wayang, arsitektur candi, pendopo tradisional, serta bunga kamboja semakin memperkuat pesan bahwa kebudayaan merupakan rumah bersama yang harus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.
Mengakhiri kegiatan, seluruh peserta menyampaikan harapan agar Jagong Budaya tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi berkembang menjadi ruang dialog yang berkesinambungan dalam merumuskan langkah-langkah konkret pelestarian budaya di Kota Batu. Melalui kolaborasi yang semakin erat antara DMD MLKI, DKKB, komunitas budaya, dan Pemerintah Kota Batu, diharapkan lahir berbagai program yang mampu memperkuat identitas budaya lokal sekaligus meningkatkan peran kebudayaan sebagai fondasi pembangunan daerah.
Sejalan dengan filosofi yang diangkat dalam kegiatan tersebut, seluruh peserta diajak untuk terus mengamalkan nilai luhur selection “Manunggaling kawula Gusti, nguri-uri kabecikan, lan jalin persaudaraan sejati.”
Filosofi tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga hubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, melestarikan kebajikan, serta mempererat persaudaraan adalah fondasi utama dalam membangun masyarakat Kota Batu yang harmonis, berbudaya, dan berkeadaban. (*)




