Atasi Kemacetan dan Percantik Simpang Empat Patih

Pemkot Batu Segera Garap Proyek Preservasi

IDEA JATIM, BATU – Langkah konkret mulai diambil oleh Pemerintah Kota Batu untuk mengatasi persoalan kemacetan yang kerap terjadi di pintu masuk utama kota wisata ini. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Pemkot Batu tengah bersiap melaksanakan proyek preservasi jalan skala besar yang membentang dari kawasan Simpang Empat Patih.

Sebagai awal dari proyek strategis ini, pembongkaran aset di lapangan sudah mulai berjalan. Salah satunya adalah perobohan pos polisi yang berada tepat di Simpang Empat Patih oleh petugas DPUPR. Tak hanya itu, dalam waktu dekat, lapak-lapak pedagang kaki lima (PKL) yang berada di sekitar area tersebut juga dijadwalkan akan segera dibongkar demi kelancaran proyek.

Kepala Dinas PUPR Kota Batu, Esty Dwiastuti, menjelaskan bahwa proyek ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah pada tahun anggaran 2026. Guna menyukseskan proyek infrastruktur ini, Pemkot Batu tidak tanggung-tanggung dalam mengucurkan dana, yakni sebesar Rp 10 miliar yang bersumber dari APBD.

Baca Juga:  Bukan Cuma Jualan Rasa, Cak Nur Tantang UMKM Batu 'Jinakkan' AI
Kota Batu
Atasi Kemacetan dan Percantik Simpang Empat Patih 1

Esty juga meluruskan persepsi di masyarakat dan menegaskan bahwa proyek ini bukanlah sekadar penutupan saluran air biasa. Proyek ini merupakan program preservasi total di mana jalan akan diperlebar hingga kurang lebih 10 meter. Dengan dimensi jalan yang lebih luas, diharapkan arus lalu lintas dari arah Malang menuju Kota Batu maupun sebaliknya bisa mengalir lebih lancar tanpa penumpukan kendaraan.

Berdasarkan linimasa yang telah disusun, proyek fisik di lapangan direncanakan mulai berjalan pada akhir Juni 2026 dengan target waktu pengerjaan selama 150 hari kalender. Mengingat jalur Simpang Empat Patih merupakan urat nadi perekonomian sekaligus akses utama wisatawan, pihak DPUPR mengaku telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholders), termasuk dengan pihak kepolisian terkait relokasi pos polisi.

“Kami sengaja mengumumkan rencana ini jauh-jauh hari agar masyarakat, khususnya para pelaku usaha di sepanjang Jalan Ir. Soekarno dan Jalan Indragiri, bisa melakukan persiapan. Kami tidak menampik bahwa proses preservasi ini pasti akan memicu kemacetan selama pengerjaan berlangsung,” ungkap pihak DPUPR dalam sesi wawancara.

Baca Juga:  Pemkot Batu Percepat Program Bangga Kencana dan Penanganan Stunting, Kemenduk Beri Apresiasi

Untuk memastikan informasi tersampaikan dengan baik dan menghindari kesalahpahaman di masyarakat, Pemkot Batu akan segera memasang spanduk serta banner pengumuman di sejumlah titik strategis. Langkah sosialisasi ini diharapkan dapat membantu para wisatawan baik yang datang dari arah Malang maupun Pujon untuk mengantisipasi dan mencari rute alternatif selama proyek berjalan.

Meski akan ada dampak jangka pendek berupa gangguan arus lalu lintas, proyek ini diproyeksikan membawa dampak positif jangka panjang yang besar. Selain menyelesaikan benang kusut transportasi, proyek ini juga bertujuan mempercantik estetika kota.

Pihak DPUPR memastikan bahwa seluruh proses, termasuk penataan warung dan relokasi bagi warga serta pedagang yang terdampak, telah melalui komunikasi yang klir dan akan terus dikawal secara teknis agar ekosistem usaha di jalur tersebut bisa tumbuh lebih baik setelah proyek rampung. (*)

Berita Terkini

Cetak Sejarah Dunia!; Peringati 17 Agustus, Kota Batu Gelar Kolaborasi Olahraga Biliar dan Domino

IDEA JATIM, BATU – Sebuah terobosan bersejarah yang baru...

Karnaval Gebyar PAUD 2026; Cara Isi HUT ke-81 RI Lembaga PAUD se-Kota Batu

IDEA JATIM, BATU - Jalan Panglima Sudirman, Kota Batu,...

SMA Walisongo Gempol Semarakkan Hari Pramuka ke-65

IDEAJATIM.ID, PASURUAN – SMA Walisongo Gempol menggelar peringatan Hari...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img