IDEA JATIM, BATU – memeriahkan Hari Jadi Desa Sumberejo yang ke-116, Paguyuban Tarik Tambang Tri Banyak Manunggal bekerja sama dengan Dewan Kesenian Kota Batu (Batu Arts Council) bersiap menyelenggarakan ajang bergengsi “Lomba Tarik Tambang Se-Jawa Timur Tahun 2026”. Kompetisi skala regional yang mengusung “Sistem Jebolan” ini akan dipusatkan di Lapangan Sepak Bola Dusun Sumbersari, Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, Kota Batu.
Acara kompetisi tradisional ini dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 14 Juni 2026 hingga selesai. Mengingat tingginya antusiasme penonton dan kenyamanan bertanding, seluruh rangkaian pertandingan akan digelar pada malam hari, dimulai pukul 19.00 WIB hingga 23.30 WIB.
Sekretaris Panitia Tarik Tambang Se-Jawa Timur 2026, Sunarto, menjelaskan bahwa esensi dari kegiatan ini melampaui sekadar aspek hiburan rakyat maupun perebutan total hadiah uang tunai puluhan juta rupiah dan trofi juara. Kegiatan ini memiliki landasan hukum dan kultural yang kuat.
“Pelestarian olahraga tradisional tarik tambang ini merupakan langkah konkret kami dalam mengimplementasikan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Dalam regulasi tersebut, tarik tambang dikategorikan sebagai salah satu Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) di bidang olahraga tradisional dan permainan rakyat,” ujar Sunarto saat memberikan keterangan pers di Sekretariat Paguyuban, Jl. Indragiri, Dusun Sumbersari.
Sunarto menambahkan, di tengah masifnya gempuran permainan digital modern, olahraga tradisional memegang fungsi krusial sebagai media penguatan karakter, nilai luhur, dan ketahanan budaya nasional.
“Tarik tambang bukan sekadar adu kekuatan fisik di atas lapangan. Di dalam seutas tali tambang, ada penanaman nilai gotong royong yang kuat, kekompakan tim, disiplin tinggi, serta sportivitas. Melalui momentum Hari Jadi Desa Sumberejo ke-116 ini, kami ingin memperteguh jati diri bangsa agar generasi muda tidak kehilangan akar budaya tradisinya,” imbuh Sunarto.
Lebih lanjut, pihak panitia yang dipimpin oleh Kasnadi selaku Ketua Panitia dan mendapatkan restu serta pengesahan langsung dari Kepala Desa Sumberejo, Drs. Riyanto, menegaskan bahwa kegiatan ini bersifat terbuka untuk umum. Berdasarkan rencana anggaran, panitia menargetkan partisipasi hingga puluhan tim dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Pihak panitia juga telah merancang tata letak (layout) arena pertandingan secara profesional dengan pagar pengaman bambu, tribun penonton yang memadai, pencahayaan lampu sorot berdaya tinggi, serta panggung utama untuk mendukung jalannya acara. Guna memastikan kelancaran acara yang menelan estimasi biaya operasional sebesar Rp64.000.000 tersebut, panitia saat ini juga membuka ruang kemitraan yang luas bagi para donatur dan pihak sponsorship.
“Kami berharap sinergi antara elemen masyarakat, pemerintah desa, Dewan Kesenian Kota Batu, serta sektor usaha dapat terjalin dengan baik. Dengan begitu, kita bisa bersama-sama mewujudkan Kota Batu sebagai Kota Wisata yang berbudaya, sekaligus menjadikan olahraga tradisional sebagai ikon daya tarik wisata alternatif yang digemari masyarakat luas,” pungkas Sunarto.
Bagi masyarakat maupun klub tarik tambang di Jawa Timur yang ingin mendaftarkan timnya atau berpartisipasi sebagai mitra sponsor, dapat langsung menghubungi kontak kepanitiaan melalui Sutris (085607823876), Narko (081259315155), atau Rendi (085923445644). (*)





