IDEA JATIM, BATU – Menyambut Hari Lingkungan Hidup 2026, aksi nyata pelestarian alam kembali digelorakan oleh gerakan Sapu Bersih Sampah Nyemplung Kali (Sabers Pungli). Menginjak aksi yang ke-190, ratusan relawan turun langsung membersihkan aliran air di Sumber Ndollo, Jl. Bukit Berbunga, Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, pada Sabtu pagi (6/6/2026).

Aksi kali ini terasa berbeda karena mengusung konsep Kolaborasi Lintas Batas dengan mengumpulkan sekitar 100 relawan dari berbagai elemen, mulai dari birokrasi, akademisi, hingga akar rumput.
Anggota Sabers Pungli, Herman Aga, menegaskan bahwa esensi dari gerakan ke-190 ini adalah membumikan #kesadaranterlibat dalam menjaga ekosistem air. Menurutnya, urusan merawat mata air dan sungai tidak akan pernah selesai jika hanya mengandalkan satu pihak.
“Air dan sungai itu bukan warisan nenek moyang, tapi titipan untuk anak cucu kita. Lewat aksi Sabers Pungli ke-190 ini, kita ingin menunjukkan bahwa merawat mata air dan sungai membutuhkan kepedulian kolektif yang melintasi batas-batas sektoral. Kita harus berhenti jadi penonton, sekarang saatnya terlibat dan berbuat,” ujar Herman Aga di sela-sela aksi.
Herman juga mengapresiasi dahsyatnya kolaborasi yang tercipta di sepanjang aliran Sumber dan Sungai Ndollo hingga Sukorembug. Aksi swadaya ini berhasil menyatukan berbagai pihak yang punya kepedulian sama, di antaranya Komunitas & Warga Lokal yang digawangi oleh Karya Bunda Community (KBC) sebagai koordinator, tim Sabers Pungli, warga Desa Sidomulyo, serta komunitas KOMPAG.
Kemudian Pemerintah & Penjaga Kebijakan yang dihadiri langsung oleh perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas dari Surabaya dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu. Serta dari Akademisi & Mahasiswa yang diikuti oleh energi muda dari BEM Universitas Negeri Malang, Mahasiswa Teknik Pengairan Universitas Brawijaya, serta kolaborasi dosen dan mahasiswa Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang.
Dimulai sejak pukul 07.00 hingga 10.00 WIB, para relawan tidak hanya sekadar memungut sampah, tetapi menerapkan tiga pilar aksi yang terintegrasi. Yakni bersih mata air atau mengamankan kesucian hulu di Sumber Ndollo agar tetap mengalir jernih.
Bersih sungai dengan menyisir dan mengangkut sampah antropogenik (sampah akibat aktivitas manusia) yang menyumbat aliran sungai. Dan ngobrol ekologi sebagai ruang diskusi santai namun berbobot di tepi sungai untuk merumuskan langkah konkret konservasi air secara berkelanjutan antara akademisi, birokrat, dan warga.
Menariknya, aksi ini juga menerapkan prinsip ramah lingkungan yang ketat. Setiap relawan yang hadir diwajibkan membawa Tumblr (botol minum) dan sarung tangan sendiri dari rumah untuk mencegah munculnya sampah plastik baru di lokasi.
Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup 2026 ini, Sabers Pungli berharap setiap tetes air yang diselamatkan di Kota Batu hari ini dapat menjadi investasi kebaikan yang berkelanjutan demi masa depan generasi mendatang. (*)





