IDEA JATIM, BATU — Anak dan remaja masa kini tumbuh di tengah dunia yang semakin terbuka. Mereka terbiasa berinteraksi melalui media sosial, tampil di depan kamera, menyampaikan pendapat, dan mengekspresikan diri dengan lebih percaya diri dibanding generasi sebelumnya.
Namun, kemampuan berekspresi saja tidak cukup. Generasi muda juga membutuhkan ruang yang membantu mereka mengembangkan karakter, membangun empati, belajar bekerja sama, memahami diri sendiri, serta menghargai orang lain dan lingkungan sekitarnya.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, GoodPlay Acting Space hadir di Kota Byan sebagai ruang belajar yang aman dan menyenangkan bagi anak dan remaja untuk bertumbuh melalui seni peran, cerita, budaya, dan film.
GoodPlay meyakini bahwa seni peran bukan sekadar keterampilan untuk tampil di atas panggung atau di depan kamera. Lebih dari itu, seni peran merupakan sarana pembelajaran kehidupan yang membantu peserta mengenali emosi, meningkatkan kepercayaan diri, mengasah kemampuan komunikasi, membangun kerja sama, menghargai perbedaan, serta memahami berbagai sudut pandang.

Mengusung filosofi “Ruang Bermain. Berekspresi. Bertumbuh.”, GoodPlay menempatkan aktivitas bermain sebagai bagian penting dalam proses belajar dan perkembangan anak.
Melalui kegiatan bermain, bereksplorasi, dan berkarya, peserta didorong untuk
mengenali potensi dirinya sekaligus membangun keterampilan sosial dan karakter yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.
Program yang ditawarkan mencakup berbagai aktivitas, antara lain bermain peran, storytelling, public speaking, pengelolaan dan ekspresi emosi, kerja sama tim, dasar-dasar akting, filming activity, hingga apresiasi budaya. Seluruh proses pembelajaran dirancang untuk menumbuhkan nilai-nilai penting yang relevan bagi generasi muda saat ini, yaitu generasi yang Percaya Diri, Ekspresif, Imaginatif, Empatik, Kolaboratif, dan Berbudaya.
Dalam pelaksanaannya di Bulan Juli nanti, peserta dibagi ke dalam tiga kelompok usia sesuai tahap perkembangannya, yaitu Light Space Category (7–12 tahun), Glow Space Category (13–15 tahun), dan Shine Space Category (16–18 tahun) dengan tugas akhir pertunjukan dan produksi film.

Pendiri GoodPlay menyampaikan bahwa program ini tidak berfokus pada pencetakan aktor semata, melainkan pada pengembangan karakter dan potensi setiap individu.
“Kami tidak mengajarkan anak menjadi orang lain. Kami membantu mereka menemukan dirinya sendiri. Karena tujuan akhir seni peran bukan sekadar mencetak aktor, melainkan membantu seseorang memahami dirinya, memahami orang lain, dan bertumbuh sebagai manusia.” ujar Yusak Head Coach GoodPlay Acting Space.
GoodPlay lahir dari inisiasi lintas bidang para pendirinya yaitu Dece Dyah (Sanggar Tari
Tribhuwana), Yusak Santoso (Sanggar Teater), Lingga G Permadi (Filmmaker) dan Joel Tampeng (Music Director) yang berkolaborasi dalam ruang festival anak yaitu Batu International Kids Film Festival.
Berbasis di Kota Batu, GoodPlay Acting Space dikembangkan melalui kolaborasi dengan ekosistem seni, budaya, dan film yang tumbuh di wilayah tersebut. Melalui berbagai program pembelajaran, pertunjukan, showcase, hingga produksi film pendek, GoodPlay berharap dapat menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang tumbuh yang sehat, kreatif, dan bermakna bagi generasi muda Indonesia.
GoodPlay Acting Space adalah ruang pengembangan karakter bagi anak dan remaja melalui seni peran, cerita, budaya, dan film. Dikelola oleh Sanggar Tribhuwana dan Batu International Kids Film Festival (BAIK Film Fest) yang sudah seringkali berkolaborasi.
Dengan pendekatan yang aman, menyenangkan, dan berbasis pengalaman, GoodPlay membantu peserta mengembangkan kemampuan berekspresi, berimajinasi,
berkolaborasi, serta bertumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, empatik, dan
berbudaya. (*)





