IDEAJATIM.ID, MALANG – Kreativitas puluhan desainer muda dari SMK Terpadu Al Ishlahiyah Singosari tampil memukau dalam ajang Gelar Cipta 2026 bertema Unity in Motion, Selasa (19/5). Beragam karya busana dengan konsep modern, elegan, hingga penuh sentuhan budaya sukses menyita perhatian para tamu yang hadir.
Kegiatan tahunan yang digelar Jurusan Desain Produksi Busana tersebut menjadi wadah unjuk karya sekaligus pembuktian kemampuan siswa setelah menjalani proses pembelajaran dan praktik industri bersama 10 mitra dunia usaha dan dunia industri.
Lebih dari 30 siswa kelas XI dan XII tampil sebagai desainer muda dengan membawa rancangan busana terbaik hasil kreativitas dan proses panjang selama belajar di sekolah. Tidak hanya menampilkan hasil jahitan, para siswa juga memperlihatkan konsep desain, teknik produksi, hingga keberanian tampil di hadapan publik.

Ketua Panitia, Nailul Zakiyyatil Ngirfanillah, S.Pd, mengatakan bahwa Gelar Cipta bukan sekadar acara pameran busana, melainkan bentuk apresiasi terhadap perjuangan siswa selama menempuh pendidikan di jurusan Desain Produksi Busana.
“Acara ini menjadi bentuk penghargaan atas kerja keras dan kreativitas siswa kelas XI dan XII. Jadi bukan hanya tentang busananya, tetapi juga proses belajar dan keberanian mereka dalam berkarya,” ujarnya.

Kepala SMK Terpadu Al Ishlahiyah Singosari, H.M. Nashrulloh, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut terus berkembang dan menjadi ajang penting dalam mencetak lulusan yang siap terjun ke dunia kerja maupun berwirausaha.
“Ini merupakan gelar busana yang kelima. Setiap tahun kami berusaha menghadirkan kegiatan yang lebih baik agar kreativitas siswa terus tumbuh dan berkembang,” katanya.
Pria yang akrab disapa Gus Anas itu juga menegaskan bahwa setiap karya yang dipamerkan menyimpan perjuangan besar para siswa. Karena itu, ia berharap pengalaman tersebut menjadi bekal untuk menghadapi dunia industri fashion yang semakin kompetitif.

“Kami berharap siswa mampu menjadi pribadi yang siap masuk dunia usaha dan industri, bahkan menjadi wirausahawan sesuai bidang yang dipelajari,” ungkapnya.
Sementara itu, Pembina Yayasan Pondok Pesantren Al Ishlahiyah, Nyai Hj. Dra. Anisa Mahfudz, M.Ap, turut memberikan apresiasi atas kreativitas siswa. Menurutnya, keterampilan menjahit dan mendesain busana bukan hanya bernilai ekonomi, tetapi juga dapat menjadi sarana pemberdayaan masyarakat.
“Berdaya untuk memberdayakan orang lain. Itu yang diajarkan di pesantren Al Ishlahiyah,” tuturnya.
Apresiasi juga disampaikan Pengawas Sekolah, Drs. Mochammad Mudjiono, M.Pd dan Sashadi Sofyan, S.Si. Mereka menilai SMK Terpadu Al Ishlahiyah memiliki karakter kuat dalam mengembangkan kreativitas siswa yang tetap selaras dengan perkembangan zaman dan kebutuhan industri. (*)




