UNITRI Dorong Transformasi BUMDes: Mengubah Cara Berbisnis Desa

IDEA JATIM, MALANG – Masih banyaknya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang beroperasi secara konvensional dan menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaan usaha, tim pengabdian masyarakat Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) memulai langkah strategis melalui program hibah internal skema Desa Binaan bertajuk “Pemberdayaan BUMDes melalui Transformasi Digital Pemasaran dan Analisis Kelayakan Usaha untuk Penguatan Ekonomi Produk Pertanian dan Warung Desa.”

Program yang diketuai oleh Dr. Ana Arifatus Sa’diyah, S.P., M.P. dengan anggota Prof. Dr. Ir. Agnes Quartina Pudjiastuti, M.S. dan Ardhi Kurniawan, S.AP., M.AP. ini dirancang berlangsung selama tiga tahun sebagai upaya membangun kemandirian ekonomi desa berbasis penguatan kapasitas kelembagaan dan unit usaha BUMDes.

Kegiatan tahun pertama mulai dilaksanakan pada Jumat, 12 Juni 2026, bertempat di BUMDes Tumpang Berdikari, Kecamatan Tumpang. Kegiatan diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) untuk memetakan potensi dan permasalahan yang dihadapi BUMDes dalam mengembangkan unit-unit usahanya.

Menurut Ketua Tim, Dr. Ana Arifatus Sa’diyah, salah satu persoalan mendasar yang masih banyak ditemukan pada BUMDes adalah pengelolaan usaha yang belum sepenuhnya didasarkan pada analisis bisnis yang kuat.

Baca Juga:  UNITRI dan Jurus Kartu ATM

“Banyak BUMDes memiliki potensi usaha yang besar, tetapi pengembangannya sering kali tidak didukung oleh analisis kelayakan usaha yang memadai. Akibatnya, tidak sedikit unit usaha yang berjalan tanpa arah pengembangan yang jelas. Melalui program ini kami ingin mendorong perubahan cara berpikir dari sekadar menjalankan usaha menjadi mengelola usaha secara profesional dan berbasis data,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena selama ini keberhasilan BUMDes kerap diukur dari jumlah unit usaha yang dibentuk, bukan dari tingkat keberlanjutan dan kontribusinya terhadap perekonomian desa. Padahal, banyak unit usaha desa di berbagai daerah yang berhenti beroperasi setelah beberapa tahun berjalan akibat lemahnya tata kelola dan perencanaan bisnis.

Dalam kegiatan tersebut, tim pengabdian juga menyerahkan bantuan perangkat komputer kasir untuk mendukung digitalisasi pengelolaan Warung Hasil Tani, salah satu unit usaha unggulan BUMDes Tumpang Berdikari. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan akurasi pencatatan transaksi, efisiensi operasional, serta menjadi langkah awal transformasi digital usaha desa.

Selain FGD, kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) produksi dan usaha BUMDes yang disampaikan oleh Ardhi Kurniawan, S.AP., M.AP. Menurut Ardhi, banyak usaha desa sebenarnya memiliki produk yang potensial, namun sering terkendala pada aspek tata kelola dan standarisasi proses usaha.

Baca Juga:  Terampil Teknologi AI Lulusan UNITRI Siap Hadapi Tantangan Global

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Agnes Quartina Pudjiastuti, M.S. memberikan pelatihan mengenai manajemen dasar usaha, meliputi pengelolaan organisasi, pemasaran, keuangan, dan sumber daya manusia. Ia menegaskan bahwa keberhasilan usaha desa tidak hanya bergantung pada modal, tetapi juga kualitas manajemen yang diterapkan.

Pada sesi berikutnya, Dr. Ana Arifatus Sa’diyah memberikan pelatihan mengenai analisis kelayakan usaha, termasuk cara menghitung biaya, pendapatan, keuntungan, serta menilai prospek investasi suatu unit usaha. Materi ini dinilai penting agar setiap keputusan pengembangan usaha BUMDes dapat dilakukan secara rasional dan terukur.

Program ini mendapat apresiasi dari pengurus BUMDes Tumpang Berdikari karena tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan sistem pengelolaan usaha. Pendekatan tersebut dianggap lebih berkelanjutan dibandingkan program-program yang hanya berfokus pada pemberian bantuan peralatan.

Melalui program yang akan berlangsung hingga tahun 2028 ini, tim pengabdian UNITRI menargetkan terwujudnya BUMDes yang lebih profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa. Di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompetitif, transformasi digital dan penguatan tata kelola usaha dinilai bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak bagi keberlanjutan usaha desa di masa depan. (*)

Baca Juga:  Universitas Tribhuwana Tunggadewi Terjunkan 74 Mahasiswa PMT Ke Wagir
- Advertisement - SPMB

Berita Terkini

Nelayan Pasuruan Hilang di Perairan Sidoarjo Ditemukan Basarnas

IDEA JATIM, SIDOARJO — Tim SAR gabungan berhasil menemukan...

Pemuda Tenggelam di Bengawan Solo Ditemukan SAR Gabungan

IDEA JATIM, BOJONEGORO - Pemuda tenggelam saat berenang di...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img