Ini Menu Kuliner Tradisional dalam Festival Pawon Biyen Bumiaji

IDEA JATIM, BATU – Pemerintah Desa Bumiaji, Kecamatan Batu kembali menggelar rangkaian acara kebudayaan yang meriah dan sarat akan kearifan lokal. Mulai tanggal 23 hingga 28 Juni 2026, desa wisata ini menyelenggarakan Festival Pawon Biyen, Jenang Suro, Kuliner Jajanan Tradisional, serta Festival Pawai Murak Berkat Hasil Bumi.

Acara ini dirancang sebagai wadah pelestarian tradisi leluhur sekaligus penggerak ekonomi kreatif berbasis kuliner lokal di Desa Bumiaji. Wahyu Eko Purwanto, selaku Koordinator Acara Festival Jenang Suro dan Kuliner Jajanan Tradisional Desa Bumiaji, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian acara ini melibatkan sinergi yang kuat antara pemerintah desa, kelembagaan RT/RW, PKK, hingga forum anak setempat.

“Festival ini bukan sekadar hiburan, melainkan wujud syukur warga Desa Bumiaji atas berkah hasil bumi, sekaligus komitmen kami untuk mengenalkan kembali kuliner tradisional dan budaya ‘pawon’ zaman dulu kepada generasi muda,” ujar Wahyu Eko Purwanto.

Festival Pawon

Wahyu menjelaskan, antusiasme masyarakat pada gelaran tahun ini sangat luar biasa yang dibuktikan dengan masifnya jumlah kepesertaan. “Total ada 12 RW yang berpartisipasi aktif mendirikan pawon tradisional dan stand kuliner. Sementara untuk puncak acara hari Sabtu, kami akan menghadirkan pawai tumpeng yang terdiri dari 14 tumpeng utama berukuran raksasa 2×2 meter dengan tinggi maksimal mencapai 2,5 meter, serta didampingi oleh kurang lebih 8 buah tumpeng pendamping,” imbuh Wahyu memaparkan skala kepesertaan festival.

Baca Juga:  Mengukir Sejarah, SDES RAPPZYY Perwakilan Kota Batu Lolos Babak 8 Besar Piala Esport Kapolda Jatim

Kemeriahan festival telah dimulai sejak 23 Juni 2026 dengan agenda pembangunan dan penataan pawon (dapur tradisional) oleh Tim RW di area Rest Area. Memasuki hari H pembuatan jenang pada 25 Juni 2026, suasana sakral dan gotong royong langsung terasa sejak pagi buta.

Dimulai Pukul 06.00 WIB para Ketua RT dan RW berkumpul di Graha Wisata untuk melakukan prosesi pengumpulan kencheng (wajan tembaga besar untuk memasak jenang). Selanjutnya diadakan arak-arakan budaya; setelah berkumpul, kencheng-kencheng tersebut diarak bersama melalui Jalan Kastubi menuju Rest Area.

Untuk prosesi memasak, setelah melalui proses sterilisasi area dan doa bersama pada pukul 09.00 WIB, prosesi penyerahan udek (pengaduk jenang) diserahkan kepada perwakilan sebagai tanda dimulainya proses memasak selama 5 jam penuh oleh Tim RW. Selama proses memasak, Tim Juri Pawon dan Juri Jenang melakukan penilaian berkala secara ketat, yang kemudian ditutup dengan pengumuman pemenang pada sore harinya di VIP Area.

Tidak berhenti di situ, pada tanggal 26 hingga 27 Juni 2026, festival dilanjutkan dengan Festival Kuliner Jajanan Tradisional. Berdasarkan data teknis menu dari tiap kontingen, lapak-lapak dari 12 Stand RW yang dikelola oleh Ibu-Ibu PKK menyajikan berbagai panganan jadul yang menggugah selera dan sangat bervariasi.

Baca Juga:  Pemkot Batu Gandeng Polinema untuk Penguatan Pendidikan Vokasi dan Pariwisata Berkelanjutan

Keberagaman kuliner nusantara terpampang nyata di setiap stan, di antaranya:
RW 1: Menyajikan Nasi Bakar – Botok, Jajanan Jenang Jagung, Terang Bulan, Kue Kukur, Getas, dan minuman segar Es Degan.
RW 2: Menghidangkan Ketan Kicir, Talam Singkong, Singkong Teratai, Srikaya Tape, serta minuman hangat Bandrek.
RW 3: Membawa keunikan rasa melalui Rangin Kukus, Nagasari, dan Kelepon.
RW 4: Menyajikan menu berat Sego Liwet, aneka Gorengan, Es Cincau, dan Kopi.
RW 5: Menyiapkan menu khas Nasi Empog, Jajanan Lepet, Gethuk Singkong, Sate Singkong, serta Dawet.
RW 6: Memanjakan pengunjung dengan Gado-Gado, Ketan, Singkong Teratai, Srikaya Tape, dan Bandrek.
RW 7: Menyuguhkan yang manis-manis seperti Jenang Sumsum, Jenang Grendul, Cenil dan Pleret, hingga Tiwul.
RW 8: Menyajikan Nasi Pecel, Krupuk Singkong, Tetel, Gethuk Bentol, Tape Ketan Ireng, serta minuman tradisional Badhek.
RW 9: Hadir dengan menu Tahu Lontong, Sate Tahu, Tetel Bakar, Samblek, Krupuk Pasir, serta jamu Beras Kencur.
RW 10: Menawarkan Nasi Jagung, Jemblem, Lemet, dan minuman hangat Angsle.
RW 11: Menyajikan kuliner legendaris Orem-Orem, Lumpia Rebung, Pukis, serta Es Tung Jadul.
RW 12: Menyuguhkan Nasi Tiwul, Kue Bikang, Kue Lumpur, serta kehangatan Wedang Rempah.
Acara kuliner ini dibuka secara seremonial oleh Tim Penggerak (TP) PKK Desa di Gedung Serbaguna (GSG) pada Jumat siang. Guna memeriahkan suasana, diselenggarakan pula eksebisi Dolanan Tradisional oleh Forum Anak, penampilan syahdu dari Perform Gebyar Terbang oleh jamaah terbang setelah Isya, hingga pertunjukan perkusi modern yang memukau.

Baca Juga:  Heli Suyanto Ajak Warga Batu Jadikan Iduladha 1447 H sebagai Momentum Rawat Kebersamaan

Puncak kemeriahan festival terjadi pada hari Sabtu, 27 Juni 2026 siang, melalui Festival Pawai Murak Berkat Hasil Bumi.

“Pada hari Sabtu, seluruh kontingen dari berbagai dusun berkumpul untuk melakukan kirab tumpeng hasil bumi. Pemberangkatan dibagi menjadi dua pos utama, yaitu dari Dusun Tlogorejo pada pukul 12.15 WIB dan disusul dari Dusun Beru pada pukul 14.00 WIB,” jelas Wahyu.

Seluruh peserta pawai dijadwalkan finish di Rest Area pada pukul 15.00 WIB. Kendaraan pembawa tumpeng raksasa tersebut kemudian diparkir di depan stand RW masing-masing.
Setelah prosesi doa tumpeng yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, dilakukan prosesi Murak Tumpeng di mana hasil bumi tersebut dibagikan dan diperebutkan oleh warga sekitar dengan penuh suka cita.

Seluruh rangkaian acara ditutup pada tanggal 28 Juni 2026 dengan aksi gotong royong pembongkaran stand dan pembersihan massal area Rest Area demi menjaga kebersihan lingkungan desa. (*)

- Advertisement - SPMB

Berita Terkini

Aerotest BNS Tawarkan Sensasi Melayang di Udara, Pac Adrenalinmu Saat Liburan Sekolah

IDEA JATIM, BATU - Meningkatnya kunjungan wisatawan selama periode...

DJP Jatim Sita Aset Rp24,9 Miliar, Kejar Tunggakan Pajak Rp621,2 Miliar

SURABAYA, IDEAJATIM.ID – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur...

Tim SAR Gabungan Cari Pemuda Tenggelam Di Bengawan Solo Bojonegoro

IDEA JATIM, BOJONEGORO - Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR)...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img