IDEA JATIM, MALANG – Anggapan bahwa jurusan animasi memiliki peluang kerja yang sempit dan monoton sukses dipatahkan oleh SMK PGRI 3 Malang (Skariga). Sekolah kejuruan terkemuka di Kota Malang ini membuktikan bahwa Jurusan Animasi justru menjadi salah satu lumbung pencetak tenaga kerja siap pakai, bahkan sebelum para siswanya resmi menerima ijazah kelulusan.
Melalui program inovatif Internship Class (Kelas Magang), Skariga berhasil menjembatani kreativitas siswa langsung dengan industri profesional. Tidak tanggung-tanggung, tingkat keterserapan lulusan Jurusan Animasi Skariga di dunia kerja kini telah mencapai angka fantastis, yakni 85 persen.
Berawal dari Fenomena Unik Pascapandemi
Kabid Humas SMK PGRI 3 Malang, Riyandi Agung Saputra, S.Or, mengungkapkan bahwa program Internship Class yang kini diterapkan di berbagai jurusan di Skariga sebenarnya dipelopori oleh anak-anak Jurusan Animasi. Program ini lahir dari fenomena unik pascapandemi sekitar tahun 2021–2022, saat sekolah memberlakukan periode Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama satu tahun penuh.
Di pertengahan masa PKL, para siswa animasi dilibatkan dalam proyek nyata (real project) milik perusahaan. Karena performa yang impresif, pihak industri enggan melepas mereka meski masa PKL secara administratif telah usai. Walhasil, mayoritas siswa langsung direkrut menjadi karyawan magang bergaji.
”Ingat saya waktu itu, dari 32 anak dalam satu kelas, yang kembali ke sekolah setelah masa PKL hanya 4 anak. Sisanya, 28 anak, tetap berada di perusahaan karena langsung on project dan menerima gaji layaknya karyawan,” ungkap Riyan saat diwawancara beberapa waktu lalu.
Menariknya, empat anak yang kembali ke sekolah pun bukan karena tidak kompeten, melainkan karena mereka memilih untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan.
Langkah Strategis Sekolah dan Keuntungan Ganda Bagi Siswa
Melihat peluang besar tersebut, Kepala SMK PGRI 3 Malang langsung mengambil langkah strategis dengan menginisiasi Internship Class. Sekolah melakukan sinkronisasi kurikulum dengan kebutuhan industri, sehingga status siswa PKL dapat bertransformasi menjadi karyawan resmi secara legal dan diakui oleh pihak sekolah.
Program Internship Class ini memberikan keuntungan dua arah (win-win solution) bagi siswa:
Sisi Akademik: Sekolah memberikan privilege berupa jaminan nilai di atas KKM bagi siswa yang terserap di industri. Hal ini karena kompetensi mereka secara otomatis telah diuji dan diakui langsung oleh pasar kerja.
Sisi Finansial: Status siswa yang sudah mengantongi gaji sebagai karyawan magang di kelas 12 terbukti sangat membantu meringankan beban orang tua, terutama dalam menyelesaikan biaya administrasi pendidikan di akhir masa sekolah.
Meski demikian, Riyan menegaskan bahwa sekolah menerapkan aturan yang ketat. Perusahaan yang merekrut siswa haruslah mitra yang sudah terikat kesepakatan resmi (MoU) dengan pihak Skariga demi menjamin hak-hak siswa terkait sistem kerja dan kelayakan upah.
Tak Bisa Menggambar? Skariga Bimbing dari Nol Bersama Praktisi Industri
Kendati memiliki prospek karier yang gemilang, Riyan mengakui masih ada calon siswa yang ragu memilih Jurusan Animasi karena merasa tidak mahir menggambar. Menanggapi ketakutan tersebut, Skariga memastikan bahwa seluruh siswa akan dibimbing merangkak dari nol.
Skariga telah melengkapi diri dengan infrastruktur laboratorium berstandar industri. Tak hanya itu, sekolah juga menghadirkan “Guru Industri”—yang merupakan alumni Skariga yang aktif berkarier di studio animasi profesional—untuk mengajar langsung dengan porsi jam mengajar hingga 95 persen.
Dengan ekosistem yang matang ini, Jurusan Animasi Skariga kini bukan lagi sekadar tempat belajar menggambar karakter atau membuat gambar bergerak. Skariga telah menjelma menjadi jembatan nyata yang siap mengubah hobi kreatif menjadi karier profesional yang mapan di usia muda. (*)




