IDEAJATIM.ID, MALANG – Program reboisasi yang dijalankan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di kawasan Pujon Hill membuahkan hasil nyata. Sejumlah mata air yang sempat mengering kini kembali mengalir dan menjadi sumber air bersih bagi warga di empat dusun di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.
Staf Ahli Pujon Hill UMM, Dr. Tatag Muttaqin, mengatakan rehabilitasi hutan yang dilakukan secara bertahap telah meningkatkan debit air di kawasan tersebut. Bahkan, beberapa sumber mata air baru juga mulai muncul.
“Setelah hutan diperbaiki, debit air meningkat. Mata air yang dulu mati sekarang mulai hidup lagi,” ujarnya.
Menurut Tatag, salah satu langkah yang dilakukan adalah menanam bambu dan berbagai tanaman keras di area penyangga hutan. Dari total 80 hektare kawasan hutan, sekitar 15 hektare telah direhabilitasi, terutama di wilayah lereng dan sekitar aliran sungai.
Pemilihan bambu bukan tanpa alasan. Tanaman ini dikenal memiliki kemampuan menyimpan cadangan air dalam tanah sehingga membantu menjaga ketersediaan air sepanjang tahun.
“Bambu sangat potensial untuk menjaga sumber air karena mampu menyimpan air dengan baik,” katanya.
Manfaat program tersebut kini dirasakan langsung masyarakat. Air bersih dari kawasan Pujon Hill mengalir ke Dusun Ngepreh dan Dusun Tretes di Desa Bendosari, serta Dusun Talesan dan Dusun Kedungrejo di Desa Sukomulyo.
Keberadaan sumber air tersebut menjadi sangat penting bagi warga, terutama saat musim kemarau. Pasokan air dari kawasan konservasi itu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ke depan, UMM berencana melakukan penghitungan lebih lanjut untuk mengetahui jumlah debit air yang berhasil dipulihkan melalui program reboisasi tersebut.
Keberhasilan Pujon Hill menjadi bukti bahwa pelestarian lingkungan tidak hanya menjaga alam, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi kehidupan masyarakat sekitar. (*)





