IDEA JATIM, MALANG – Sebanyak 429 siswa SDK Cor Jesu Malang sukses menampilkan berbagai bakat mereka dalam acara akbar “Gebyar Talenta” yang digelar pada Sabtu, 6 Juni 2026. Kegiatan tahunan ini dirancang sebagai panggung ekspresi inklusif yang melibatkan seluruh siswa, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6 tanpa terkecuali.

Kepala SDK Cor Jesu, Kusrini Setyowati, S.Pd., M.Pd, menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar ajang unjuk kebolehan, melainkan sebuah metode untuk membentuk karakter dan rasa percaya diri anak sejak dini. Melalui panggung ini, sekolah memberikan ruang seluas-luasnya bagi anak-anak untuk mengeksplorasi potensi terbaik mereka.
”Kami ingin membentuk anak-anak supaya lebih percaya diri dan mengembangkan talenta mereka. Jadi, di akhir tahun ajaran ini semua anak bisa tampil. Ini adalah panggungnya semua siswa,” ujar Rini, sapaan akrabnya.
Pertunjukan yang disajikan dalam Gebyar Talenta 2026 ini sangat variatif, mencakup bidang seni, olahraga , hingga bahasa. Pada bidang seni dan olahraga, penonton disuguhi penampilan band, futsal, basket, tari modern dan tradisional, catur, hingga paduan suara yang selama ini menjadi langganan juara hingga tingkat internasional. Kemampuan linguistik siswa juga dipamerkan, mulai dari bahasa Indonesia, bahasa Jawa, bahasa Inggris (seperti kejuaraan spelling bee dan mendongeng yang pernah diraih),_ hingga bahasa Mandarin yang menjadi mata pelajaran khas untuk kelas 5 dan 6. Tidak hanya itu, acara Gebyar Talenta ini juga dipandu oleh anak-anak yang tergabung dalam Club Public Speaking serta melibatkan orangtua dalam kepanitiaan.
Menurut Rini, keseimbangan antara kegiatan akademik dan non-akademik sangat penting untuk menjaga kesehatan fisik, mental, sosial, dan emosional anak. ”Nah, dengan mereka mengeksplorasi talentanya, saya yakin anak-anak bahagia,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa aktivitas seni dan olahraga kelompok, seperti band, karawitan dan futsal, secara otomatis menanamkan nilai-nilai karakter yang kuat, seperti integritas, tanggung jawab, dan kerja sama.
”Di dalam seni dan olahraga itu ada nilai keberanian, ketangguhan, dan tanggung jawab. Persatuan dan kerja sama tim juga diasah, seperti saat bermain band, futsal yang tidak bisa dimainkan sendiri. Ini semua membutuhkan totalitas dari anak-anak,” terang Rini menambahkan.
Persiapan untuk acara besar ini sejatinya telah berjalan secara bertahap. Materi dan dasar-dasar bakat siswa telah dipupuk melalui kegiatan ekstrakurikuler yang dimulai sejak bulan Agustus tahun lalu. Sementara itu, latihan intensif untuk kolaborasi dan pemantapan performa per kelas dilakukan selama dua bulan terakhir. Sekolah juga memaksimalkan waktu jeda semester agar persiapan tampil dapat berjalan optimal tanpa mengganggu jam pelajaran efektif anak. (*)





