Polinema Buka Jalur Mandiri 2026: Sediakan Golden Ticket dan Tes CBT Lintas Politeknik

IDEA JATIM, ​MALANG – Politeknik Negeri Malang (Polinema) resmi memulai rangkaian seleksi penerimaan mahasiswa baru jalur Mandiri untuk tahun akademik 2026. Untuk mengakomodasi tingginya minat dan antusiasme calon mahasiswa, Polinema langsung membuka tiga tahapan seleksi sekaligus, yaitu Seleksi Masuk Konsorsium Politeknik Negeri Se-Indonesia (SMKPN), Jalur Mandiri Prestasi, dan Jalur Mandiri UTBK. Rangkaian seleksi ini menjadi peluang besar bagi lulusan sekolah menengah yang ingin melanjutkan studi di salah satu kampus vokasi terbaik di Indonesia.

​Direktur Polinema, Ir. Supriatna Adhisuwignjo, S.T., M.T., menjelaskan bahwa ujian yang sedang berlangsung saat ini merupakan bagian dari jalur SMKPN. Jalur ini diinisiasi secara kolektif oleh seluruh kampus politeknik negeri di Indonesia dengan menerapkan standardisasi soal ujian yang sama. Keunggulan sistem ini adalah fleksibilitasnya yang tinggi, di mana peserta dimungkinkan untuk memilih lintas politeknik tanpa harus mendatangi kampus tujuan yang berada di luar daerah atau luar pulau.

​”Karena standar soalnya sama, maka di Konsorsium Politeknik ini dimungkinkan bagi peserta untuk memilih lintas politeknik. Peserta bisa memilih pilihan 1 dan 2 di Polinema, lalu pilihan 3 dan 4 di politeknik negeri lain di Indonesia,” ujar Ir. Supriatna Adhisuwignjo saat memberikan keterangan resmi.

​Dia menambahkan bahwa sistem ini memberikan keuntungan dan efisiensi yang besar bagi masyarakat luas. Calon mahasiswa dari luar pulau kini tidak perlu lagi mengeluarkan biaya besar untuk datang ke lokasi kampus tujuan hanya demi mengikuti tes fisik.

​”Sangat dimungkinkan mahasiswa tes di Malang, tetapi memilih politeknik di Sulawesi misalnya. Tidak perlu tes di Sulawesi, kita akomodir di sini. Kesempatan memilih hingga empat prodi ini membuat peluang diterima menjadi lebih luas,” tambahnya lagi.

​Selain kemudahan lintas wilayah, proses ujian di Kampus Utama Polinema Malang kini juga sepenuhnya bermigrasi menggunakan pendekatan Computer Based Test (CBT). Ujian berbasis komputer ini memanfaatkan fasilitas laboratorium komputer kampus guna memberikan kemudahan maksimal bagi peserta dan transparansi bagi kepanitiaan, menggantikan sistem berbasis kertas yang digunakan pada tahun-tahun sebelumnya.

​Bagi calon mahasiswa yang sebelumnya belum berhasil lolos pada jalur seleksi nasional seperti SNBP maupun SNBT, manajemen Polinema menegaskan bahwa kesempatan masih terbuka lebar. Pihak kampus membuka Jalur Mandiri Prestasi dan Jalur Mandiri UTBK yang masa pendaftarannya dipastikan akan tetap dibuka hingga tanggal 7 Juli mendatang.

​Jalur Mandiri Prestasi secara khusus dihadirkan untuk mewadahi lulusan sekolah yang memiliki rekam jejak prestasi unggul, namun sempat gagal di jalur SNBP akibat ketatnya persaingan program studi favorit. Pada jalur ini, Polinema menerima sertifikat atau piagam Juara 1, 2, dan 3 untuk berbagai bidang, mulai dari olahraga, lomba akademik seperti olimpiade sains, Paskibra tingkat provinsi, hingga jalur keagamaan seperti Hafiz Al-Qur’an minimal 5 juz. Tingkat prestasi yang diakui pun sangat luas, mulai dari skala Kota, Kabupaten, Provinsi, Nasional, hingga Internasional.

​Menariknya, Polinema juga menyediakan fasilitas Golden Ticket. Fasilitas istimewa ini diberikan bagi mereka yang memiliki penghargaan spesifik atau dinilai sangat aktif dalam kegiatan tertentu, sehingga mereka dapat langsung diapresiasi dan dinyatakan lolos tanpa harus melalui proses seleksi yang rumit. Sementara itu, Jalur Mandiri UTBK ditujukan khusus bagi peserta SNBT yang memiliki nilai sertifikat UTBK bagus, namun tereliminasi akibat tingginya tingkat keketatan di kampus pilihan mereka sebelumnya. Jalur ini murni menyaring calon mahasiswa baru berdasarkan integrasi nilai UTBK-SNBT yang sudah mereka kantongi.

​Mengenai aspek teknis pelaksanaan, Wakil Direktur 1 Bidang Akademik Polinema, Prof. Ir. Ratih Indri Hapsari, S.T., M.T., Ph.D., IPM., memaparkan bahwa untuk ujian jalur Konsorsium (SMKPN) tahun ini, total peserta yang terdaftar resmi telah mencapai 1.086 peserta. Ujian berbasis komputer tersebut dilaksanakan secara maraton selama tiga hari, yaitu pada hari Jumat, Sabtu, dan Senin.

​”Sebanyak 1.086 peserta tersebut memilih Polinema pada pilihan pertama dan kedua mereka. Ada sekitar 10 sampai 15 persen di antaranya yang memanfaatkan pilihan ketiga dan keempat untuk politeknik lain,” jelas Prof. Ir. Ratih Indri Hapsari merinci persebaran data pilihan peserta.

​Prof. Ratih juga menambahkan bahwa demi memperluas keterjangkauan akses pendidikan, ujian tidak hanya digelar terpusat di Kampus Utama Malang. Pelaksanaan tes disebar ke berbagai kampus cabang Polinema lainnya yang berada di Kediri, Pamekasan, dan Lumajang. Di samping itu, panitia lokal juga tetap memfasilitasi sekitar 30 peserta khusus untuk mengikuti tes jarak jauh secara online pada hari terakhir pelaksanaan. (*)

- Advertisement - SPMB

Berita Terkini

Tenggelam Saat Memancing Di Kali Lamong, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

IDEA JATIM, GRESIK - Satu tim rescue Kantor SAR...

Profesor UB Kenalkan Teknologi AI Prediksi Lokasi Ikan, Bantu Nelayan Hadapi Dampak Perubahan Iklim

IDEAJATIM, MALANG - Perubahan iklim yang memengaruhi pola migrasi...

SMANELA Ajak Siswa Menjelajah Kampus Impian, Siapkan Langkah Menuju Masa Depan

IDEAJATIM.ID, MALANG – Mengenalkan dunia perkuliahan sejak dini menjadi...
spot_img
Berita Terkait