IDEAJATIM.ID, MALANG – Suasana haru dan penuh rasa syukur mewarnai Tasyakur Kelulusan Peserta Didik ke-65 Tahun Ajaran 2025/2026 MTs Almaarif 01 Singosari yang digelar di Gedung Auditorium, Sabtu (6/6). Sebanyak 296 siswa kelas IX secara resmi diserahkan kembali kepada orang tua setelah menyelesaikan pendidikan selama tiga tahun.
Kepala MTs Almaarif 01 Singosari, Dwi Retno Palupi, M.Pd., mengatakan momen tasyakur merupakan bentuk penyerahan kembali amanah pendidikan kepada orang tua sekaligus ungkapan syukur atas perjalanan para peserta didik yang telah ditempa menjadi generasi berkarakter dan berprestasi.
“Tiga tahun lalu kami menerima amanah untuk mendidik 296 siswa. Berkat sinergi yayasan, orang tua, pondok pesantren, dan Kementerian Agama, berbagai program unggulan dapat berjalan dengan baik untuk membentuk generasi yang berkarakter dan berprestasi,” ujarnya.

Selama menempuh pendidikan, para siswa dibina melalui berbagai program unggulan, seperti pembiasaan akhlakul karimah, ta’lim pagi, pembinaan kecakapan ubudiyah, tahfidz Al-Qur’an, pembinaan prestasi akademik dan nonakademik, madrasah ramah anak, madrasah riset, madrasah multilingual, hingga madrasah adiwiyata.
Hasil pembinaan tersebut terlihat dari capaian kelulusan yang mencapai 100 persen. Sebanyak 78 persen lulusan telah menguasai hafalan Juz 30, tahlil, dan Yasin. Bahkan, 32 siswa memiliki hafalan 2–4 juz Al-Qur’an, sedangkan 20 siswa berhasil menghafal antara 5 hingga 30 juz.

Di bidang akademik, nilai rata-rata Tes Kompetensi Akademik (TKA) Bahasa Indonesia dan Matematika berada di atas rata-rata nasional maupun Jawa Timur. Sejumlah siswa juga berhasil meraih nilai sempurna dengan predikat baik hingga istimewa.

Menurut Palupi, madrasah menerapkan prinsip all children can learn, yakni meyakini setiap anak memiliki potensi yang berbeda dan perlu difasilitasi sesuai bakat serta kemampuannya. Pendekatan tersebut membuahkan hasil dengan 91,28 persen lulusan berhasil meraih prestasi di berbagai ajang, meliputi 17,20 persen tingkat internasional, 46,70 persen nasional, 9,67 persen provinsi, dan 17,60 persen kabupaten/kota.

“Tahun ini kami juga bersiap menjadi Calon Sekolah Adiwiyata Nasional serta terus memperkuat posisi sebagai madrasah ramah anak rujukan dan madrasah berwawasan global melalui kerja sama dengan lembaga luar negeri,” katanya.

Ketua Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari, KH. Anas Noor Salim, S.H., M.H., mengapresiasi keberhasilan madrasah dalam membina kecerdasan intelektual sekaligus karakter peserta didik. Ia berpesan agar para lulusan terus menjaga kebiasaan baik yang telah ditanamkan selama belajar di madrasah.
“Semoga seluruh lulusan ilmunya bermanfaat dan menjadi kebanggaan orang tua serta tumbuh menjadi anak yang saleh dan berbakti,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang, Drs. H. Sahid, M.M., menyebut MTs Almaarif 01 Singosari layak menjadi madrasah rujukan hingga dipercaya sebagai Ketua Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Kabupaten Malang karena prestasi dan inovasinya.

Ia menilai slogan KEREN yang diusung madrasah, yakni Kreatif, Edukatif, Religius, Elegan, dan Nyaman, telah diwujudkan melalui kolaborasi kuat antara yayasan, guru, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mencetak lulusan yang unggul.
Sebagai bentuk apresiasi, pada acara tersebut madrasah juga memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi, meliputi peraih nilai terbaik Ujian Madrasah dan UAMNU, best character, prestasi nonakademik, serta tahfidz Al-Qur’an, sebagai penutup perjalanan pendidikan yang penuh makna sebelum melangkah ke jenjang berikutnya. (*)




