IDEA JATIM, MALANG – Sebanyak 256 siswa kelas VI MIN 1 Kota Malang resmi dinyatakan lulus 100 persen untuk tahun ajaran 2025/2026. Pengumuman kelulusan ini dirayakan dalam prosesi Pisah Kenang dan Imtihan yang berlangsung khidmat di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM), Senin (15/6). Kelulusan ini terasa lebih membanggakan dengan pencapaian prestasi mereka yang luar biasa. Baik dari bidang akademik, non akademik, karakter maupun pendidikan Al-Qur’an.
Kepala MIN 1 Kota Malang, Siti Aisah, S.Ag., M.Pd., menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas capaian seluruh anak didiknya. Ia menekankan bahwa bekal karakter dan akademik yang matang kini telah melekat pada diri para lulusan yang akan menyebar ke berbagai jenjang seperti MTs, SMP, hingga pondok pesantren.
”Tujuan para lulusan kami sangat beragam. Sesuai dengan cita-cita masing-masing. Semua tidak ada yang jelek, semua baik,” ujar Siti Aisah ujar Aisah beberapa hari sebelum kegiatan pisah kenang.
Dia mengungkapkan, MIN 1 Kota Malang tidak pernah hanya mengejar angka-angka di atas kertas. Madrasah di Jalan Bandung ini menaruh perhatian besar pada mutu lulusan yang berlandaskan visi utama madrasah, yaitu membentuk siswa yang bertakwa dan berakhlak mulia melalui pembiasaan sehari-hari dan keteladanan dari para guru.
Aisah menjelaskan bahwa kriteria kelulusan ini mencakup keseimbangan hubungan baik kepada Allah maupun sesama manusia. Indikator ketakwaan tersebut dipantau langsung melalui kedisiplinan ibadah siswa sejak dini.
”Kami benar-benar menekan pada ananda untuk memiliki habluminallah (hubungan dengan Allah) yang baik. Harapannya meskipun masih di tingkat dasar mereka sudah istiqamah dalam salatnya, ngajinya, puasanya dan ibadah lainnya,” tutur Aisah. “Karena itu merupakan bagian dari indikator ketakwaan,” sambungnya.
Aisah mengungkapkan, bahwa kelulusan tahun ini terasa sangat spesial karena para wisudawan merupakan angkatan yang sempat merasakan dampak pandemi Covid-19 saat awal masuk madrasah. Masa pembatasan sosial sempat memengaruhi pola komunikasi anak-anak yang menjadi lebih akrab dengan dunia maya dan cenderung pasif saat kembali ke madrasah tatap muka.
Namun, pihak madrasah terus berbenah secara konsisten untuk mengembalikan performa anak didik mereka. Pemulihan interaksi dan lingkungan belajar yang sehat berhasil membawa para siswa kembali ke jalur prestasi yang stabil. ”Lambat laun kita berupaya memperbaiki. Karena memang tugas kami di sini mendidik, membimbing, mengarahkan, untuk memberikan yang terbaik pada anak-anak,” pungkasnya. (*)





