Cetak Generasi Hebat, Kepala Kemenag Kota Malang Ingatkan Pentingnya Ranah Akuntabilitas Akhirat dalam Mendidik Anak

IDEA JATIM, ​MALANG – Suasana haru bercampur bangga menyelimuti Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM) pada Senin (15/06/2026). Ratusan wali murid dan wisudawan berkumpul dalam agenda mulia prosesi Pisah Kenang dan Imtihan MIN 1 Kota Malang. Di tengah kemeriahan acara, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang, KH. Achmad Shampton, S.Hi., M.Ag menyampaikan sebuah refleksi mendalam yang menggetarkan hati para orang tua dan pendidik yang hadir.

​Pria yang akrab disapa Gus Shampton ini menegaskan bahwa mendidik anak-anak yang pada dasarnya sudah terseleksi dan berbakat seperti siswa-siswi MIN 1 Kota Malang adalah sebuah tantangan besar. Baginya, tugas madrasah bukan sekadar mempertahankan kehebatan tersebut, melainkan melejitkannya jauh melampaui batas yang dikira mampu dicapai.

​”Bagaimana kemudian anak-anak hebat yang masuk di MIN 1 Kota Malang ini, kita proses menjadi anak-anak yang lebih hebat dari yang seharusnya,” ujar Gus Shampton.

​Dalam sambutan yang sarat akan nilai-nilai spiritual tersebut, Gus Shampton mengutip hadis Rasulullah SAW mengenai empat perkara yang akan dipertanyakan di hari kiamat kelak: umur, masa muda, harta, dan ilmu.

​Ia mengingatkan para orang tua bahwa kesibukan positif yang difasilitasi oleh madrasah selama ini adalah bekal penyelamat bagi orang tua di akhirat kelak. Ketika kelak ditanya oleh Allah SWT tentang bagaimana anak-anak mereka dididik, para orang tua memiliki jawaban nyata atas waktu hidup yang telah dihabiskan sang anak untuk menuntut ilmu.

​Tak hanya itu, Gus Shampton juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para wali murid yang selama ini tidak pelit dalam berderma demi kemajuan fasilitas dan potensi madrasah.

​”Ketika jenengan berderma untuk madrasah ini, meningkatkan potensi madrasah ini, maka itu salah satu yang akan membantu di yaumul hisab (hari perhitungan) nanti. Tidak ada hal yang sia-sia dari apa yang kita keluarkan untuk pendidikan anak-anak kita,” tuturnya.


​Menutup refleksinya, Kepala Kankemenag menggarisbawahi bahwa pembangunan karakter dasar tidak akan pernah bisa dicapai jika hanya bersandar pada lembaran teori di dalam kelas. Karakter sejati lahir dari pembiasaan, edukasi yang konsisten, serta pendampingan spiritual yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.
​”Berbuat baik itu mudah, tetapi selalu berbuat baik itu adalah sesuatu yang tidak mudah,” tegasnya.

​Di akhir sambutan, Gus Shampton mengucapkan selamat berjuang kepada seluruh alumni MIN 1 Kota Malang yang dilepas. Ia mendoakan agar fondasi karakter dan keilmuan yang telah ditanamkan di MIN 1 Kota Malang menjadi batu pijakan yang berkah untuk meraih mimpi-mimpi besar mereka di jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) maupun sekolah menengah selanjutnya. (*)

- Advertisement - SPMB

Berita Terkini

Hebat! Kota Batu Raih Opini WTP 11 Kali Beruntun, Pendapatan 2025 Tembus Rp 1,09 Triliun

IDEA JATIM, ​BATU – Pemerintah Kota Batu kembali menorehkan...

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Wali Kota Batu Lepas 183 Petugas Lapangan

IDEA JATIM, ​BATU – Langkah besar untuk memetakan roda...
spot_img
Berita Terkait