IDEA JATIM, MALANG – Dalam upaya melahirkan kader kepemimpinan yang tangguh, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan zaman, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Task Force Rajawali Universitas Waskita Dharma kembali menggelar Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Khusus (Dikpasus). Kegiatan pembinaan intensif yang berlangsung selama satu hari penuh pada Sabtu (1/8/2026) ini menjadi tonggak penting dalam membentuk mentalitas dan loyalitas para anggota tingkat lanjut.
Perjuangan para peserta dimulai sejak dini hari. Pukul 04.00 WIB, suasana hening di lingkungan kampus Universitas Waskita Dharma mendadak riuh oleh kedatangan para peserta dan instruktur. Usai menjalani sesi briefing dan pembekalan, seluruh peserta mengikuti Apel Pelepasan sebelum diterjunkan langsung ke area Lintas Medan (LIMED) yang menjadi arena ujian fisik sekaligus mental.
Selama hampir enam jam, para peserta harus melintasi medan yang menantang menuju Pos 1. Sesi Lintas Medan ini bukan sekadar ujian ketahanan fisik, melainkan wahana untuk menggembleng kedisiplinan, soliditas tim, dan rasa kebersamaan. Usai melintasi etape pertama dan beristirahat, perjalanan dilanjutkan menuju Pos 2 untuk menerima pembekalan materi berbobot, mulai dari Pengaturan Lalu Lintas (Turlalin) hingga Manajemen Organisasi.
Dalam sesi Manajemen Organisasi, para peserta dibekali kemampuan krusial seperti pola komunikasi efektif, koordinasi lintas lini, pengambilan keputusan strategis, hingga pembagian peran dalam tim. Hal ini bertujuan agar anggota Task Force Rajawali tak hanya unggul secara teknis di lapangan, tetapi juga memiliki kapasitas manajerial yang matang.
Malam harinya, suasana berubah menjadi sakral. Pukul 19.15 WIB, digelarlah prosesi Penempuhan Pakaian Dinas Harian (PDH) sebagai puncak acara. Penyematkan PDH ini menjadi simbol dedikasi, tanggung jawab, dan pengabdian penuh kepada organisasi.
Seluruh rangkaian kegiatan akhirnya diresmikan dalam Apel Penerimaan Kembali di Kampus Universitas Waskita Dharma tepat pada pukul 00.00 WIB.
Ketua UKM Task Force Rajawali, Ahmad Khoirul Muslimin, menjelaskan bahwa Dikpasus kali ini difokuskan bagi anggota senior yang telah memasuki semester 6 dan memiliki masa bakti selama tiga tahun.
”Dikpasus ini dirancang khusus untuk menyiapkan kader-kader yang memiliki kemampuan kepemimpinan yang kuat dan berkarakter,” ujar mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Publik tersebut saat diwawancarai.
Khoirul menekankan pentingnya pembentukan mental bagi para pengurus, mengingat peran vital UKM Task Force Rajawali di lingkungan civitas akademika.
”Mengingat UKM Task Force Rajawali adalah ujung tombak Universitas Waskita Dharma, maka para pemimpin dan jajaran petinggi organisasi ini harus benar-benar kita siapkan. Mereka harus memiliki mental yang kokoh dalam menghadapi dinamika dan perkembangan zaman,” tegasnya.
Ia pun berharap, selepas dari gemblengan Dikpasus ini, para peserta mampu membawa perubahan positif yang nyata. “Saya berharap setelah menempuh Dikpasus, mereka bisa tampil lebih disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki loyalitas yang tinggi terhadap amanah yang dikedepankan,” tambahnya.
Melalui penyelenggaraan Dikpasus ini, UKM Task Force Rajawali dan Universitas Waskita Dharma membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga tangguh, berintegritas, dan siap menjadi teladan bagi masyarakat luas. (*)




