Ideajatim.id, malang – Pemerintah Desa Toyomarto melaksanakan Rembuk Stunting Desa sebagai forum penyusunan usulan program prioritas pencegahan stunting yang akan diintegrasikan dalam perencanaan pembangunan desa. Kegiatan ini diikuti oleh Koordinator Pendamping Desa Kabupaten Malang, Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa Kecamatan Singosari, Pemerintah Desa Toyomarto, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tenaga kesehatan, Kader Pembangunan Manusia (KPM), kader Posyandu, Tim Penggerak PKK, guru Taman Posyandu, serta unsur terkait lainnya.
Kegiatan diawali dengan pemaparan Kader Pembangunan Manusia (KPM) mengenai hasil analisis lima kelompok sasaran prioritas stunting di Desa Toyomarto. Dalam pemaparannya, KPM menyampaikan data sasaran, permasalahan yang ditemukan, potensi konvergensi, serta capaian pelaksanaan program pencegahan stunting.
Selanjutnya, Admin Desa selaku pengelola aplikasi e-HDW (Human Development Worker) menyampaikan materi mengenai kebijakan, program, dan pelaksanaan konvergensi stunting di tingkat desa. Materi tersebut menjadi dasar pembahasan dalam penyusunan usulan kegiatan.
Rembuk Stunting dilanjutkan dengan sesi Focus Group Discussion (FGD). Pada sesi ini, peserta membahas usulan program berdasarkan hasil analisis dan data konvergensi pencegahan stunting yang telah dipaparkan sebelumnya.
Hasil pembahasan kemudian disepakati sebagai usulan kegiatan prioritas pencegahan stunting yang akan dimasukkan ke dalam perencanaan pembangunan Desa Toyomarto. Usulan tersebut disusun berdasarkan data hasil konvergensi pencegahan stunting dan kebutuhan sasaran di desa.
OKepala Desa Toyomarto, Sumito, S.H., mengatakan bahwa Rembuk Stunting merupakan bagian dari upaya pemerintah desa dalam menyusun program pencegahan stunting secara bersama-sama.
“Rembuk stunting ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan wujud komitmen bersama warga Desa Toyomarto untuk memastikan tidak ada satu pun anak di desa kita yang tertinggal masa depannya akibat gizi buruk. Ini adalah tanggung jawab kita bersama, mulai dari pemerintah desa, kader Posyandu, hingga para orang tua,” ujar Sumito.
Kasi Pelayanan Desa Toyomarto, M. Irgi Nurul Billah, mengatakan bahwa pelaksanaan program penurunan stunting memerlukan keterlibatan berbagai pihak.
“Persoalan stunting adalah PR besar kita bersama yang tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah desa saja. Lewat rembuk stunting hari ini, lintas sektor sepakat mengusung program prioritas untuk mendukung konvergensi penurunan stunting di Desa Toyomarto,” kata Irgi.
Rembuk Stunting Desa menghasilkan kesepakatan mengenai usulan program prioritas pencegahan stunting yang selanjutnya akan menjadi bagian dari proses perencanaan pembangunan Desa Toyomarto. (*)



