IDEA JATIM, BATU — Pemerintah Kota Batu bersama seluruh elemen masyarakat resmi menyongsong usia 25 tahun dengan penuh antusiasme. Mengusung tema besar Kreatif Sae: Bangkit Bersama Jaga Alam Raya Untuk Mbatu Sae Berkelanjutan, peluncuran identitas visual logo ini juga menjadi batu loncatan penting bagi Kota Batu dalam membidik target UNESCO Creative Cities Network (UCCN) 2027, Kamis (17/9) malam.
Perayaan seperempat abad ini bukan sekadar penambahan angka usia. Wali Kota Batu Nurochman, S.H., M.H., bersama Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, S.H., M.H., menegaskan bahwa momentum ini adalah ruang refleksi atas perjalanan panjang serta harapan masa depan.
“Perjalanan Kota Batu tentu bukan waktu yang sebentar untuk berproses dan mengevaluasi bagaimana pengabdian pemerintah kepada masyarakat terus kita tingkatkan bersama,” ujar Cak Nur, sapaan akrab Wali Kota Batu, di hadapan para undangan.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa arah kebijakan pemerintah harus bermuara pada satu tujuan utama yakni kemakmuran dan kemaslahatan warga.
Logo HUT ke-25 ini dirancang bukan sekadar hiasan seremonial, melainkan representasi dari tiga pilar utama pembangunan Kota Batu. Pertama Bangkit Bersama yang artinya Pemerintah tidak berada di depan, melainkan berjalan berdampingan dengan masyarakat mendengarkan persoalan dan mencari solusi secara kolektif.
Kedua Jaga Alam Raya, mengingat pertumbuhan Kota Batu sangat bergantung pada sektor pertanian, pariwisata, dan ketahanan pangan, kelestarian lingkungan dan warisan alam harus dijaga untuk generasi mendatang.
Ketiga Kreatif Sae atau dorongan bagi pemerintah dan warga untuk berani mencari cara baru, mengembangkan potensi lokal, serta membuka ruang seluas-seluasnya bagi pertumbuhan masyarakat.
Dalam lima tahun ke depan, kepemimpinan Nurochman dan Heli Suyanto menargetkan perubahan nyata yang dirasakan langsung oleh warga, mulai dari penguatan ekonomi lokal, lingkungan asri, hingga pelayanan publik yang responsif.
Ketua Panitia HUT ke-25, Badrut Tamam, mengungkapkan rasa bangganya atas transformasi Kota Batu yang kini berkembang dari kota administratif kecil menjadi kota wisata terkemuka di tingkat nasional hingga internasional.

Ia mengajak seluruh stakeholder mulai dari petani, pelaku wisata, seniman, UMKM, ASN, hingga generasi muda untuk terus bahu-membahu menjaga anugerah alam seperti udara sejuk dan gugusan pegunungan yang menjadi jati diri Kota Batu.
Identitas visual logo HUT ke-25 ini menyimpan makna filosofis yang kaya akan kearifan lokal dan visi masa depan. Meliputi Figur Melangkah & Melompat adalah kombinasi angka 25 dengan negative space berbentuk figur manusia yang terinspirasi dari pose ikonik Michael Jordan, melambangkan ketangguhan dan aspirasi untuk terus maju.
Angka 5 yang Lebih Tinggi merepresentasikan masa bakti 5 tahun Wali Kota dan Wakil Wali Kota (2025–2030) dalam mengawal 15 Program Prioritas. Simbol Infinity (Tak Terbatas) terletak di antara angka 2 dan 5, melambangkan hubungan tanpa batas dan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah dan masyarakat.
Ikon Alam & Budaya menunjukkan Siluet Gunung Panderman, Arjuno, Welirang, seni Bantengan, bintang harapan, serta awan yang merepresentasikan optimisme dan pelestarian alam. Palet Warna Bermakna, mulai Jingga yang sebagai semangat, energi, dan kehangatan matahari. Hijau & Kuning untuk kesuburan tanah pegunungan, pertanian, harmoni, dan pertumbuhan ekonomi. Serta Biru kesejukan udara, ketenangan, serta profesionalisme.
Dengan fondasi kolaborasi model Hexahelix mulai dari penguatan gastronomi berbasis pertanian pegunungan hingga kreativitas UMKM Kota Batu kini siap membawa kekayaan lokalnya menuju panggung global demi mewujudkan Mbatu Sae yang berkelanjutan. (*)





