Tekanan darah tinggi atau hipertensi selama ini identik dengan penyakit orang tua. Namun, kondisi ini kini semakin banyak ditemukan pada kelompok usia muda, termasuk remaja dan dewasa awal. Sayangnya, hipertensi pada usia muda sering tidak disadari karena jarang menimbulkan gejala yang jelas.
Apa Itu Hipertensi?
Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah di dalam pembuluh darah berada di atas batas normal secara terus-menerus. Seseorang dikatakan mengalami hipertensi apabila tekanan darahnya mencapai 140/90 mmHg atau lebih. Jika dibiarkan tanpa penanganan, tekanan darah tinggi dapat merusak jantung, pembuluh darah, ginjal, dan organ tubuh lainnya secara perlahan.
Mengapa Bisa Terjadi pada Usia Muda?
Ada banyak faktor yang membuat anak muda ikut berisiko mengalami hipertensi, di antaranya:
- Riwayat keluarga (genetik) — anak dari orang tua dengan darah tinggi lebih berisiko mengalami hal serupa.
- Obesitas — berat badan berlebih membuat jantung bekerja lebih keras.
- Kurang aktivitas fisik — tubuh yang jarang bergerak lebih mudah mengalami kenaikan tekanan darah.
- Pola makan tidak seimbang — konsumsi tinggi garam, gula, dan lemak.
- Stres — tekanan psikologis dapat memicu lonjakan tekanan darah.
- Kondisi medis tertentu — seperti penyakit ginjal, diabetes, atau hipertensi sekunder akibat penyakit lain.
- Penggunaan obat-obatan tertentu — misalnya steroid dan kontrasepsi oral.
- Kurang tidur — waktu istirahat yang tidak cukup mengganggu keseimbangan tekanan darah.
- Kebiasaan merokok — zat kimia dalam rokok mempersempit pembuluh darah.
- Konsumsi alkohol — kebiasaan minum berlebihan dapat menaikkan tekanan darah.
Karena gejalanya sering tidak terasa, banyak anak muda baru menyadari memiliki hipertensi setelah melakukan pemeriksaan kesehatan atau setelah muncul komplikasi. Oleh sebab itu, pemeriksaan tekanan darah secara berkala sangat dianjurkan, meskipun seseorang merasa sehat.
Bagaimana Pengobatannya?
Penanganan hipertensi pada usia muda disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahannya, dan sebaiknya dilakukan di bawah pengawasan dokter. Secara umum, langkah pengobatan meliputi:
- Perubahan gaya hidup sebagai langkah utama, seperti mengatur pola makan, meningkatkan aktivitas fisik, dan menjaga berat badan ideal.
- Obat-obatan penurun tekanan darah, bila diperlukan, yang diresepkan dokter sesuai kondisi masing-masing individu.
- Penanganan penyakit penyerta, apabila hipertensi disebabkan oleh kondisi medis lain seperti gangguan ginjal atau diabetes.
- Pemantauan tekanan darah secara rutin untuk melihat perkembangan pengobatan.
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pengobatan sendiri tanpa konsultasi medis, mengingat penyebab hipertensi pada setiap orang bisa berbeda-beda.
Langkah Pencegahan Sejak Dini
Kabar baiknya, hipertensi pada usia muda sebagian besar dapat dicegah melalui kebiasaan sehari-hari yang lebih sehat, antara lain:
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan membatasi garam, gula, serta lemak
- Berolahraga secara teratur
- Mengelola stres dengan baik
- Memastikan waktu tidur yang cukup
- Menghindari kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol
- Memeriksakan tekanan darah secara rutin, meski tidak ada keluhan
Pesan untuk Masyarakat
Hipertensi pada usia muda bukan hal yang bisa diabaikan. Dengan mengenali faktor risiko sejak dini dan menerapkan gaya hidup sehat, risiko tekanan darah tinggi beserta komplikasinya dapat ditekan secara signifikan. Pemeriksaan tekanan darah secara berkala menjadi langkah sederhana namun penting untuk mendeteksi kondisi ini sebelum menimbulkan dampak yang lebih serius.(*)





