IDEA JATIM, BATU – Semangat memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ditunjukkan dengan cara yang berbeda oleh tiga siswa SMPN Satu Atap Pesanggrahan 2 Batu. Bima, Aufa, dan Yoga mendapat kesempatan menjadi pasukan pengibar Bendera Merah Putih dalam kegiatan Merdeka di Atas Awan#2 yang digelar di Puncak Gunung Bokong, Senin (17/8/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Tiket Pendakian tersebut berlangsung khidmat dan diikuti oleh ratusan pendaki. Upacara pengibaran bendera di ketinggian sekitar 1.746 mdpl ini menjadi pengalaman yang tidak biasa bagi ketiga siswa tersebut.
Menjadi pengibar bendera di puncak gunung tentu bukan tugas yang mudah. Sebelum sampai di lokasi upacara ketiganya harus menempuh perjalanan sedikitnya satu jam dengan medan yang terus menanjak. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri, terlebih mereka juga harus membawa dan mengibarkan bendera berukuran lebih besar dibandingkan bendera yang biasa digunakan dalam kegiatan upacara di sekolah.

Namun, seluruh tantangan tersenut berhasil dilalui. Dengan penuh tanggung jawab dan langkah tegapnya, Bima, Aufa, dan Yoga menjalankan tugasnya di hadapan ratusan pendaki yang mengikuti upacara. Momen ketika Merah Putih berkibar di atas Puncak Gunung Bokong menjadi pengalaman yang tidak hanya membanggakan, tetapi juga memberikan pembelajaran penting bagi para siswa.
Guru pendamping SMPN Satu Atap Pesanggrahan 2 Batu, Erris Kurniawan, mengatakan bahwa pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran siswa. Menurutnya, perjalanan menuju puncak memberikan gambaran nyata bahwa sebuah pencapaian tidak bisa diraih secara instan.
“Untuk mencapai puncak dan mengibarkan bendera itu butuh proses yang tidak mudah. Ada perjuangan yang harus dilalui. Setelah tugas selesai ditunaikan, tentu ada rasa lega dan bangga karena berhasil mencapai titik perjuangan tersebut,” ujar Erris.
Selain melatih tanggung jawab dan keteguhan, keterlibatan dalam upacara tersebut juga menjadi sarana untuk mengasah mental para siswa. Mereka harus tampil percaya diri dalam menjalankan tugas dihadapan ratusan orang dari berbagai daerah dan beragam usia.
Bagi Bima, Aufa, dan Yoga, pengibaran Merah Putih di Puncak Gunung Bokong bukan sekadar menjalankan tugas upacara. Lebih dari itu, pengalaman tersebut menjadi pelajaran tentang perjuangan, keberanian, tanggung jawab, dan makna kemerdekaan yang harus ditempuh melalui sebuah proses panjang dan tidak mudah. (*)





