Ketika musim liburan tiba dan ribuan keluarga berbondong-bondong menuju Kota Batu untuk melepas penat, bagi sebagian orang, itu adalah puncak dari perjuangan. Di balik gemerlap lampu dan keceriaan wisatawan di Jatim Park (JTP) Group, ada sosok wanita yang justru merelakan waktu liburnya demi memastikan senyum di wajah pengunjung tak pudar.
Dialah Titik S. Ariyanto. Sebagai Marketing and PR Manager JTP Group, perempuan kelahiran Batu, 6 Januari 1975 ini adalah corong terdepan sekaligus salah satu arsitek di balik suksesnya branding destinasi wisata berskala nasional tersebut. Bagi Titik, posisinya saat ini bukanlah hadiah instan, melainkan buah dari proses panjang yang menempa mentalnya.
“Seorang pemimpin itu dibentuk, bukan dilahirkan. Pengalaman dan proseslah yang membentuk diri seseorang,” ujar Titik hangat.
Bergerak di industri pariwisata menuntut Titik untuk selalu berpikir selangkah lebih maju. Pola pikir seorang marketing dan public relations (PR), menurutnya, harus fleksibel dan dinamis. Ia tidak hanya mengurusi periklanan, tetapi juga merajut hubungan baik dengan pemerintah, biro jasa wisata, hingga awak media.
Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Jember dan Magister Ekonomi Unmer Malang ini meyakini bahwa kunci utama dari profesinya adalah ketulusan.
“Bagi saya yang paling penting adalah relationship. Mengenal dekat relasi kita dan bekerja dengan tulus. Ketika kita bekerja dengan hati, rekan kerja akan memberikan kepercayaan, dan dari sana progres kerja akan terlihat nyata,” ungkap Penasehat Parimaya ini.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam tim. Bagi Titik, tidak ada pahlawan tunggal dalam sebuah kesuksesan. Menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat adalah seni memimpin yang selalu ia terapkan agar target perusahaan termasuk misi membawa JTP Group go international ke pasar Malaysia, Singapura, hingga Timur Tengah dapat tercapai.
Jika di dunia profesional Titik dikenal sebagai sosok tangguh yang tak kenal lelah, ketangguhan itu ternyata juga tercermin dalam kehidupan pribadinya. Saat ini, Titik aktif menekuni dunia olahraga, khususnya lari jarak jauh (trail run & road run).
Bagi Wakil Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Batu, lari bukan sekadar tren gaya hidup sehat, melainkan ruang untuk melatih disiplin, daya tahan, dan konsistensi yang secara langsung mendukung performanya di dunia kerja. Di tengah padatnya jadwal mengelola puluhan destinasi wisata, ia selalu meluangkan waktu untuk berlatih, membuktikan bahwa kesibukan karir bukanlah alasan untuk berhenti bergerak.
Filosofi lari yang menuntut seseorang untuk terus melangkah maju demi mencapai garis finish sangat sejalan dengan prinsip hidupnya: terus berproses dan melampaui keterbatasan diri.
Tidak hanya sibuk mengurus korporasi dan berlari di lintasan, ibu satu anak yang merupakan mantan Wakil Ketua PHRI Kota Batu ini memiliki kepedulian besar terhadap generasi muda. Pintu ruang kerjanya selalu terbuka bagi para mahasiswa dan praktisi pemula yang ingin belajar.
Kini, Titik semakin aktif diundang menjadi narasumber dan pembicara kehumasan (PR) serta branding di berbagai forum, seminar, dan kampus-kampus ternama di Malang Raya, Surabaya dan beberapa daerah lainnya. Ia kerap membagikan pengalaman taktisnya tentang bagaimana membangun citra krisis, strategi komunikasi pariwisata modern, hingga cara beradaptasi di era digital.
Bagi Titik, membagikan ilmu adalah bentuk kontribusi nyata untuk melahirkan praktisi-praktisi PR masa depan yang kompeten. Melalui dedikasinya di dunia pariwisata, energi positifnya di lintasan lari, dan ilmu yang dibagikan di ruang-ruang diskusi, Titik S. Ariyanto terus membuktikan bahwa perempuan mampu menjadi penggerak perubahan yang inspiratif.
Dengan kiprah tersebut, maka tidaklah berlebihan bila Titik S. Ariyanto yang turut berkiprah mengembangkan Kota Batu sebagai Kota Wisata dengan menjadi bagian dari Jatim Park Group layak disebut sebagai local hero dari Kota Batu. (*)



