MENGENAL INFLUENZA A: BUKAN SEKADAR “FLU BIASA”

Memahami Perbedaan Influenza A, Flu Biasa, dan Influenza-Like Illness (ILI)

Istilah “flu”, “flu berat”, “superflu”, hingga “ILI” semakin sering digunakan ketika masyarakat mengalami demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sakit kepala, dan badan terasa lemas. Namun, berbagai istilah tersebut sebenarnya memiliki makna medis yang berbeda.

Salah satu yang perlu dipahami adalah Influenza A. Influenza A merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza tipe A. Virus influenza A memiliki beberapa subtipe berdasarkan kombinasi protein permukaannya. Pada manusia, subtipe influenza A yang saat ini banyak bersirkulasi antara lain A(H1N1)pdm09 dan A(H3N2).

Istilah “superflu” bukan merupakan istilah diagnosis medis resmi. Dalam pemberitaan atau percakapan masyarakat, istilah tersebut dapat digunakan untuk menggambarkan flu yang dirasakan lebih berat, tetapi tidak berarti terdapat jenis virus influenza baru yang secara otomatis lebih berbahaya. Penentuan jenis influenza tetap memerlukan dasar pemeriksaan klinis dan, bila diperlukan, pemeriksaan laboratorium.

Influenza A berbeda dengan flu biasa

Influenza A tidak sama dengan common cold atau flu biasa.

Keduanya sama-sama merupakan infeksi saluran pernapasan dan dapat menimbulkan batuk, pilek, sakit tenggorokan, serta rasa tidak nyaman. Namun, influenza umumnya memiliki awitan yang lebih mendadak dan dapat disertai demam, nyeri otot atau badan, sakit kepala, kelelahan yang cukup berat, serta batuk yang dapat berlangsung lebih lama. Sementara itu, common cold umumnya lebih ringan dan keluhan seperti pilek serta hidung tersumbat lebih menonjol.

Baca Juga:  Hipertensi Kini Mengintai Usia Muda: Kenali Sebelum Terlambat

Meskipun demikian, gejala saja tidak selalu dapat memastikan apakah seseorang terkena influenza A. Berbagai virus pernapasan lain dapat memberikan gejala yang serupa.

Lalu, apa yang dimaksud dengan ILI?

ILI atau Influenza-Like Illness (penyakit serupa influenza) bukan berarti seseorang sudah pasti terkena virus influenza.

ILI merupakan istilah yang digunakan dalam sistem surveilans untuk mengelompokkan pasien dengan gambaran klinis tertentu. Menurut definisi surveilans WHO, ILI adalah infeksi saluran pernapasan akut dengan demam ≥38°C dan batuk, dengan onset dalam 10 hari terakhir.

Dengan demikian, pasien yang mengalami influenza A dapat masuk dalam kategori ILI. Namun, tidak semua pasien ILI disebabkan oleh influenza A.

Virus lain, termasuk influenza B dan berbagai virus pernapasan lainnya, juga dapat menimbulkan gambaran klinis yang menyerupai influenza. WHO menegaskan bahwa infeksi influenza secara klinis memang tidak selalu mudah dibedakan dari infeksi saluran pernapasan lainnya.

Bagaimana gejala influenza A?

Gejala influenza umumnya muncul secara relatif mendadak. Gejala yang dapat ditemukan antara lain:
Demam atau rasa menggigil
Batuk, sering kali batuk kering
Sakit tenggorokan
Sakit kepala
Nyeri otot dan persendian
Badan terasa sangat lemas
Pilek atau hidung tersumbat
Penurunan aktivitas karena rasa tidak enak badan

Baca Juga:  Mengenal Gejala Awal Stroke, Kenali FAST dan Jangan Tunda Pertolongan

Batuk dapat bertahan lebih lama dibandingkan gejala lainnya. Sebagian besar orang dapat pulih dalam sekitar satu minggu, tetapi influenza juga dapat menyebabkan komplikasi, terutama pada kelompok yang mempunyai risiko lebih tinggi.

Siapa yang perlu lebih waspada?

Influenza dapat terjadi pada siapa saja. Namun, risiko mengalami penyakit berat lebih tinggi pada kelompok tertentu, antara lain anak kecil, lanjut usia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit kronis atau kondisi medis tertentu.

Pada kasus berat, influenza dapat menyebabkan komplikasi seperti pneumonia dan dapat memperburuk penyakit kronis yang sudah dimiliki seseorang.

Karena itu, masyarakat perlu segera mendapatkan pemeriksaan medis apabila mengalami gejala berat, seperti sesak atau kesulitan bernapas, nyeri dada, penurunan kesadaran, dehidrasi, kondisi yang semakin memburuk, atau demam dan keluhan pernapasan pada kelompok berisiko tinggi.

Bagaimana cara mencegahnya?

Influenza dapat menular dari satu orang ke orang lain, terutama melalui percikan saluran pernapasan ketika seseorang batuk atau bersin. Pencegahan dapat dilakukan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk mencuci tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, menjaga ventilasi ruangan, menghindari kontak dekat ketika sedang sakit, serta menggunakan masker sesuai kondisi dan risiko.

Baca Juga:  Hipertensi Kini Mengintai Usia Muda: Kenali Sebelum Terlambat

Vaksinasi influenza merupakan salah satu upaya penting untuk mengurangi risiko influenza dan komplikasinya. Komposisi vaksin influenza diperbarui secara berkala karena virus influenza terus mengalami perubahan.

Jangan Mendiagnosis Sendiri

Masyarakat perlu memahami bahwa demam, batuk, dan pilek tidak otomatis berarti influenza A. Sebaliknya, tidak adanya pemeriksaan laboratorium juga tidak selalu berarti seseorang tidak mengalami influenza.

Yang terpenting adalah melihat gambaran klinis, faktor risiko, perjalanan penyakit, kondisi pasien, serta hasil pemeriksaan bila diperlukan.

Dengan pemahaman yang tepat, masyarakat tidak perlu panik terhadap istilah “superflu”, tetapi juga tidak boleh menganggap semua keluhan flu sebagai penyakit yang selalu ringan.

Kenali gejalanya, cegah penularannya, dan konsultasikan kepada tenaga kesehatan apabila keluhan berat atau kondisi tidak membaik.

Influenza dapat dicegah, dikenali, dan ditangani dengan tepat. (*)

Penulis

Berita Terkini

FBiPK UB dan Faculty of Educational Studies UPM Perkuat Ekosistem Pendidikan Global

IDEA JATIM, ​MALANG — Kemitraan strategis antara Universitas Brawijaya...

SMPK Frateran Celaket 21 Malang Gelar Pesta Demokrasi Pemilihan Ketua OSIS 2026–2027

IDEA JATIM, MALANG – Suasana di hall terbuka SMP...

HARAPAN KELUARGA KEMBALI MENYALA, PENYELAM BASARNAS TEMUKAN SATU KORBAN KM VIRGO TRANSPORT 8

IDEAJATIM - Di tengah operasi pencarian yang terus berlangsung,...
spot_img
Berita Terkait
spot_imgspot_img