KOTA BATU – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batu berkolaborasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batu meluncurkan program penguatan karakter yang inovatif bertajuk Festival Idul Adha “Operasi Anak Sholeh”.
Program yang berlangsung selama dua hari menjelang Idul Adha ini dirancang khusus untuk mengajak para siswa di Kota Batu mempertebal keimanan sekaligus membentuk akhlakul karimah sejak dini.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Ir. Alfi Nurhidayat, M.T., Ph.D., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan, literasi, dan pembentukan karakter ke dalam kehidupan sehari-hari siswa.
“Semua hal yang berkaitan dengan penguatan karakter siswa sekolah akan terus kita lakukan secara masif. Ini komitmen kami demi mewujudkan pendidikan Kota Batu yang lebih baik, unggul, dan berkarakter kedepannya,” ujar Alfi Nurhidayat.
Alfi menjelaskan, esensi utama dari festival ini adalah menjalankan misi “2 Hari Surga”, yaitu mengajak anak-anak untuk menunaikan Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dan Puasa Arafah (9 Dzulhijjah).
“Landasan utamanya adalah hadits riwayat Muslim, di mana puasa dua hari ini memiliki fadhilah yang luar biasa, yakni dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Kita ingin momentum ini dihayati betul oleh anak-anak kita,” imbuhnya.
Selama dua hari tersebut, para siswa akan ditantang untuk menyelesaikan Daily Challenge (tantangan harian) yang meliputi taat dan membantu orang tua di rumah, erbagi makanan atau barang kepada yang membutuhkan.
Kemudian menjaga sholat lima waktu tepat waktu, membaca Al-Qur’an atau doa harian, menahan diri untuk tidak marah dan selalu bersabar, sukses menjalankan Puasa Tarwiyah dan Arafah serta mengumandangkan takbir bersama keluarga.
Agar nilai-nilai kebaikan ini mudah diingat dan diimplementasikan oleh siswa, Disdik dan Kemenag Kota Batu merumuskan panduan sikap yang dikemas dalam akronim OPERASI O – Optimis dalam Ibadah, P – Patuh kepada Orang Tua, E – Empati dan Berbagi, R – Rajin Sholat dan Puasa, A – Amanah dan Jujur, S – Sabar dalam Ujian, I – Ikhlas karena Allah.
Agar jalannya program tidak monoton dan menarik bagi anak-anak, panitia telah menyiapkan enam tantangan seru yang wajib diselesaikan di lingkungan keluarga sahur dan buka bersama keluarga untuk memperkuat kebersamaan dan kehangatan di rumah.
Tantangan 2 Hari tanpa marah atau melatih kesabaran dan kontrol emosi sejak dini, celengan qurban menabung kebaikan untuk melatih kepedulian dan belajar berqurban, wurat cinta untuk ayah & ibu dengan menulis surat bertema “Aku Ingin Menjadi Nabi Ismail Kecil”.
Aku ingin menjadi Ibrahim & Ismail kecil sebagai media belajar ketaatan, keikhlasan, dan kesabaran seorang anak kepada orang tua. Serta sukses puasa tarwiyah & arafah dengan target utama menuju capaian “2 Hari Surga”.
Sebagai bentuk apresiasi atas kesungguhan para siswa, panitia telah menyiapkan reward yang tidak hanya bernilai spiritual tetapi juga formal. Selain pahala dari Allah SWT dan predikat sebagai Anak Sholeh, para peserta yang berhasil menyelesaikan tantangan akan mendapatkan Piagam Penghargaan resmi dari Kemenag dan Dinas Pendidikan Kota Batu.
Bagi orang tua yang ingin mendaftarkan putra-putrinya dalam gerakan moral ini, pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui tautan resmi berikut: 👉 https://forms.gle/9xcaSTPyZPBGwmC7.
“Kami berharap para orang tua ikut mengawal dan mendukung penuh program ini. Mari kita jadikan momentum Idul Adha 1447 H ini sebagai batu pijakan untuk mencetak generasi muda Kota Batu yang cerdas secara intelektual dan mulia secara spiritual,” pungkas Alfi. (*)




