IDEAJATIM.ID, SURABAYA – Suasana ruang redaksi Jawa Pos dan Majalah Aula menjadi pengalaman baru bagi Tim Literasi MTs Almaarif 01 Singosari. Dalam kunjungan studi literasi itu, para siswa belajar langsung proses pembuatan berita sekaligus memahami pentingnya memilah informasi di era digital.

Rombongan siswa bersama guru pembina dan pimpinan madrasah diajak melihat aktivitas para jurnalis saat menyusun berita. Mulai dari mencari data, melakukan verifikasi, hingga menulis informasi yang layak dipublikasikan kepada masyarakat.
Kegiatan berlangsung interaktif. Para siswa tampak aktif bertanya tentang tantangan media saat ini, terutama maraknya informasi palsu di media sosial.
Para jurnalis menjelaskan bahwa sebuah berita harus melalui proses yang panjang dan penuh tanggung jawab. Ketelitian dan akurasi menjadi hal penting agar informasi yang diterima masyarakat tidak menyesatkan.
Kepala MTs Almaarif 01 Singosari, Dwi Retno Palupi, M.Pd menyampaikan, kunjungan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual agar siswa memiliki wawasan lebih luas tentang dunia literasi dan media.
“Kami ingin siswa memahami bahwa literasi bukan sekadar membaca dan menulis. Anak-anak juga harus mampu berpikir kritis dan bijak saat menerima maupun membagikan informasi,” katanya.


Ia menambahkan, pembelajaran di luar kelas penting dilakukan agar siswa mendapatkan pengalaman nyata yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa semakin percaya diri dalam berkarya, berani menyampaikan gagasan, dan lebih cerdas menggunakan media digital,” ungkapnya.
Kegiatan studi literasi itu sekaligus menjadi langkah MTs Almaarif 01 Singosari dalam mencetak generasi muda yang komunikatif, kreatif, dan melek informasi di tengah derasnya arus digitalisasi. (*)




