IDEA JATIM, MALANG – Suasana khidmat sekaligus haru menyelimuti Aula MAN 2 Kota Malang pada Jumat (22/5). Sebanyak 84 siswa penghafal Al-Qur’an secara resmi dikukuhkan dalam prosesi Wisuda Al-Qur’an atau Haflatut Takrim Angkatan ke-2 Tahun Ajaran 2025/2026. Acara ini menjadi momentum istimewa yang menegaskan komitmen madrasah dalam melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga kokoh secara spiritual.
Dalam sambutannya yang menyentuh hati, Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. Samsudin, M.Pd., menyampaikan rasa bangga dan haru yang mendalam atas pencapaian luar biasa para wisudawan. Dia memaparkan bahwa para siswa telah melewati proses perjuangan yang panjang dan tidak mudah, termasuk melalui tahapan ujian munaqasyah yang ketat selama tiga hari penuh pada bulan Februari lalu.
”Hari ini sungguh mengharukan bagi kita semua. Perjuangan anak-anak kita untuk meraih kesempatan ini cukup panjang. Kita sangat bersyukur mereka telah berhasil melewati proses tersebut hingga bisa berdiri di sini,” ungkap Dr. Samsudin dengan penuh apresiasi.

Keberhasilan wisuda tahun ini terasa kian istimewa berkat sebaran capaian hafalan siswa yang sangat variatif dan membanggakan. Dari total 84 wisudawan, tercatat 52 siswa berhasil mengkhatamkan 5 juz, 21 siswa menghafal 10 juz, 5 siswa menghafal 15 juz, dan 4 siswa meraih capaian 20 juz. Bahkan, terdapat 1 siswa yang mencapai 25 juz, serta 3 siswa yang sukses mengkhatamkan hafalan hingga 30 juz penuh.
Dr. Samsudin berharap pencapaian ini tidak membuat para siswa cepat berpuas diri. Dia mendorong agar jumlah hafalan tersebut terus ditingkatkan dan yang terpenting, nilai-nilai Al-Qur’an dapat diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Selaras dengan visi masa depan, Haflatut Takrim angkatan ke-2 ini mengusung tema yang visioner: “Mencetak Generasi Qur’ani, Berdaya Saing Global, Mengintegrasikan Sains dan Teknologi.” Melalui tema ini, MAN 2 Kota Malang berharap para alumni penghafal Al-Qur’an mampu menjadi pionir yang membawa kemajuan teknologi, tanpa kehilangan identitas spiritualnya di kancah dunia.
Menutup sambutannya, Dr. Samsudin mengucapkan terima kasih yang tulus kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari jajaran komite, para guru, tenaga kependidikan, hingga orang tua siswa yang terus memberikan dukungan moril dan materiil tanpa henti.
Sementara itu, dalam kesempatan tersebut para siswa juga mengikuti uji publik. Sesi yang cukup menegangkan. Para wisudawan diuji kemampuan hafalan mereka mulai juz 1 sampai 30. Namun dengan kemampuan siswa yang begitu memukau mampu menjawab seluruh tantangan. Soal-soal dilontarkan oleh penguji, guru maupun orang tua siswa.
Sebagai pihak penguji, Ustadz Moh. Badrus, SM., ST menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kelulusan para santri penjaga Al-Qur’an ini.
”Mudah-mudahan dengan kita bersyukur atas nikmat Allah berikan kepada kita semua ini, Allah memberikan keberkahan kepada kita semua wabil khusus kepada anak-anak kita yang diwisuda pada pagi ini,” ujar Ustadz Badrus. (*)





