IDEAJATIM.ID, BOJONEGORO – Aksi Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, bersepeda ke kantor menuai kontroversi setelah netizen menyoroti keberadaan kunci mobil di kantong ajudan, memicu dugaan kampanye hemat energi hanya gimmick.
Momen tersebut pertama kali diunggah melalui akun Instagram resmi @nurulazizah_bojonegoro, pada, Senin, (30/3/2026) kemarin.
Dalam video itu, ia tampak mengayuh sepeda menuju kantor sambil mengajak masyarakat menerapkan kebiasaan hemat energi setiap hari Senin.
“Ayo kita memulai Hari Senin dengan bersepeda sebagai hemat energi,” ajaknya. Ia juga menambahkan bahwa kebijakan tersebut sekaligus untuk menjaga kesehatan usai libur akhir pekan.
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah juga sempat membalas komentar dari netizen yang menyebutkan kunci mobil itu dibawa sopirnya yang habis nyuci dan bersih – bersih mobil.
“Hehe, niku supir saya. Beliau habis nyuci dan bersih – bersih mobil,” ujar Nuril Azizah dalam komentarnya.
Namun, niat kampanye tersebut justru menuai reaksi berbeda dari publik. Sorotan tajam muncul setelah seorang netizen melalui akun X @MangAgus_10 mengungkap adanya kunci mobil yang dibawa ajudan yang mendampingi.
Temuan itu langsung memicu gelombang komentar kritis. Banyak netizen mempertanyakan konsistensi pesan hemat energi yang disampaikan, lantaran keberadaan kunci mobil dinilai bertolak belakang dengan narasi bersepeda ke kantor.
“Lain kali kalau bikin gimmick pastikan kunci mobilnya dikantongi dulu,” tulis salah satu komentar yang viral di media sosial.
Tak hanya itu, kritik juga mengarah pada aspek keselamatan. Beberapa warganet menyoroti tidak digunakannya helm saat bersepeda, yang dinilai kurang memberikan contoh yang baik bagi masyarakat.
Hingga kini, unggahan tersebut masih ramai diperbincangkan dan menjadi perdebatan publik terkait konsistensi kampanye gaya hidup ramah lingkungan oleh pejabat daerah. (*)




