IDEA JATIM, TRENGGALEK – Tim SAR gabungan mengevakuasi Imam Jumaidi (46), seorang nelayan yang sempat ditemukan terapung di laut dalam kondisi selamat ke Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, pada Senin (30/3/2026).

Imam Jumaidi, warga asli Situbondo yang berdomisili di Kelurahan Tuban, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Ia sebelumnya ditemukan dalam kondisi mengapung di perairan selatan dengan hanya berpegangan pada sebuah benda terapung tanpa perahu.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., selaku Search Mission Coordinator (SMC), mengatakan bahwa setibanya di pelabuhan, korban langsung menjalani pemeriksaan oleh tim medis.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan korban dalam kondisi sehat, selanjutnya difasilitasi untuk proses pemulangan ke daerah asal di Bali,” ujarnya.
Peristiwa ini bermula saat kapal SLM Josephine yang tengah berlayar menuju Cilacap melintas di perairan selatan Tanjung Mebulu, Bali, pada Minggu (29/3/2026) sekitar pukul 10.45 WIB. Awak kapal melihat seorang nelayan terapung di laut dan segera memberikan pertolongan.
Sekitar pukul 11.20 WIB, korban berhasil dievakuasi ke atas kapal. Kapal kemudian melanjutkan pelayaran sambil berkoordinasi dengan instansi terkait untuk proses evakuasi lanjutan di titik temu (intercept) pada koordinat 8° 20′ 37,8″ S 111° 43′ 14,2″ E, yang berada di wilayah perairan Pantai Prigi, Trenggalek.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Surabaya mengerahkan satu tim rescue dari Pos SAR Trenggalek pada Senin pagi untuk melakukan intercept bersama unsur SAR lainnya.
Koordinator Pos SAR Trenggalek, Bayu Prasetyo, menjelaskan bahwa proses evakuasi berjalan lancar dengan dukungan kondisi cuaca yang relatif bersahabat. Meski demikian, seluruh tim tetap mengedepankan faktor keselamatan selama operasi berlangsung.
Operasi evakuasi ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya tim Pos SAR Trenggalek, Pos TNI AL Prigi, Satpolairud Prigi, KPLP, Syahbandar PPN Prigi, Polsek Watulimo, Koramil Watulimo, TAGANA, serta nelayan setempat. (*)




