IDEA JATIM, MALANG – Momentum penuh haru dan kebanggaan menyelimuti acara Khotmul Qur’an dan Imtihan Akbar III SMP Insan Amanah yang digelar pada Sabtu, 9 Mei 2026, di Gedung Balai Pertiwi Universitas Ma Chung. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa di tengah kepungan gaya hidup “generasi android”, semangat untuk mendalami Al-Qur’an tetap menyala kuat di hati para remaja.
Dalam sambutannya, Pembina Ummi Malang, Abdul Karim, S.Pd., M.Pd menekankan bahwa para siswa yang berhasil berdiri di atas panggung merupakan individu pilihan yang telah melewati seleksi berlapis. Mereka harus dinyatakan lulus oleh empat jenjang penguji sekaligus, mulai dari guru kelas, koordinator, hingga penguji dari tingkat kecamatan dan Ummi Daerah (Umda).
“Anak-anak yang ada di atas panggung mulia ini merupakan anak-anak yang sudah lulus dari empat penguji,” ujar Abdul Karim saat memberikan apresiasi kepada para wisudawan.
Keberhasilan ini disebut sebagai hasil sinergi yang luar biasa antara kepemimpinan sekolah dan tim yang solid. Abdul Karim mengutip hadis Nabi mengenai penaklukan Konstantinopel untuk menggambarkan bahwa prestasi ini lahir karena pemimpin dan tim yang terbaik. Dia menyampaikan bahwa pimpinan yayasan, kepala sekolah, serta guru-guru telah berkolaborasi sangat baik dengan tim Ummi sehingga mampu membimbing anak-anak mencapai titik ini.
Di hadapan para orang tua, Abdul Karim mengingatkan bahwa pencapaian hari ini barulah sebuah fondasi. Dia berpesan agar para siswa tidak berhenti belajar dan terus membawa identitas Al-Qur’an ke mana pun mereka melangkah di masa depan. “Kalian monggo mau jadi profesor, tapi yang berakhlak Qur’ani. Jadi tentara monggo, jadi jenderal monggo, jadi pengusaha monggo, tapi tetap nanti tetap memegang Al-Qur’an,” tuturnya dengan penuh semangat.
Lebih lanjut, Abdul Karim berharap agar para siswa tidak hanya berhenti sebagai penghafal, tetapi menjadi bagian dari keluarga besar pecinta Al-Qur’an. “Jadilah Anda bukan cuma Hafidzul Quran, juga menjadi Ahlul Quran,” tambahnya. Harapan besar disematkan agar kerja sama antara SMP Insan Amanah dan Ummi terus berlanjut demi mencetak generasi masa depan yang unggul secara intelektual namun tetap rendah hati dan berpegang teguh pada nilai-nilai agama.
Sementara itu, Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang Ifa Rosita, SE menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan satuan pendidikan dalam meningkatkan mutu sekolah. Hal ini disampaikan dalam acara Imtihan Akbar III SMP Insan Amanah.
Mengutip filosofi Ki Hajar Dewantara, pihak Dinas menjelaskan bahwa keberhasilan pendidikan bergantung pada kolaborasi tiga komponen tersebut. Pemerintah berperan dalam koordinasi program pusat dan daerah. Dan peran masyarakat yang diwakili oleh wali murid sangat krusial dalam mencetak generasi penerus yang berakhlak Qur’ani.
Dinas Pendidikan memberikan apresiasi tinggi kepada SMP Insan Amanah atas capaian prestasi siswanya. “Hasil proses belajar di lembaga ini dinilai sangat baik dan menjadi bukti nyata keberhasilan komponen satuan pendidikan. Diharapkan, para lulusan kelak mampu menjadi pemimpin bangsa yang berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah Rasul demi kemajuan Indonesia,” ucapnya. (*)




