IDEA JATIM, BATU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu terus memperkuat benteng pertahanan wilayah melalui peningkatan kapasitas masyarakat. Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Disaster Forum Akademi (DiFA) Tahun 2026 yang berlangsung selama dua hari, Jumat hingga Sabtu (8–9 Mei 2026).
Bertempat di Payung Pinus Camping Ground, Desa Oro-Oro Ombo, kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari 24 desa dan kelurahan di seluruh Kota Batu. Setiap wilayah mengirimkan empat delegasi yang terdiri dari aparatur bidang kemasyarakatan serta anggota Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB).
Penyelenggaraan DiFA 2026 bukan sekadar pelatihan rutin. Kegiatan ini merupakan langkah konkret BPBD Kota Batu dalam mengimplementasikan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 101 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Sub Urusan Kebencanaan.
Fokus utama kegiatan ini adalah memenuhi hak masyarakat atas pelayanan informasi rawan bencana yang akurat dan terkoordinasi di tingkat kabupaten/kota.
Berbeda dengan forum formal pada umumnya, DiFA 2026 mengedepankan metode edukasi yang interaktif. Para peserta dibekali materi kebencanaan melalui beberapa instrumen unik.
Diantaranya, diskusi forum atau ruang berbagi pengalaman dan pemetaan risiko di masing-masing desa/kelurahan. Ular tangga tangguh bencana atau inovasi alat peraga edukatif untuk memahami mitigasi bencana dengan cara yang menyenangkan namun tetap substansial.
Serta capacity building dengan penguatan kapasitas yang dikemas dalam bentuk game project interaktif untuk melatih kerja sama tim dalam situasi darurat.
Tujuan akhir dari agenda ini adalah terciptanya koordinasi yang solid antara pemerintah kota dan tingkat akar rumput. Dengan pembekalan ini, diharapkan setiap desa dan kelurahan di Kota Batu memiliki kesiapsiagaan yang lebih matang dalam menghadapi potensi bencana.
“Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas, koordinasi, dan kesiapsiagaan masyarakat secara mandiri. Kita ingin Sobat Tangguh di tingkat desa menjadi garda terdepan dalam pengurangan risiko bencana,” kata Kepala BPBD Kota Batu, Agung Sedayu.
Melalui DiFA 2026, Kota Batu menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjadi kota wisata yang indah, tetapi juga kota yang tangguh dan aman bagi seluruh warganya. (*)




