IDEA JATIM, MALANG – Suasana haru dan bangga menyelimuti Ballroom Hotel Savana pada Minggu, 10 Mei 2026, pagi ini. Ratusan orang tua hadir dengan mata berkaca-kaca. Mereka menyaksikan momen istimewa dalam kegiatan Khotaman dan Imtihan XIII SD Insan Amanah. Kategori Tartil, Tahfidz, Turjuman dan KBQ Metode Ummi. Tahun ini, SD Insan Amanah mencatatkan sejarah baru. Sebanyak 351 siswa dinyatakan lulus munaqosah dengan hasil yang membanggakan.

Kepala SD Insan Amanah, Dr. Suhardini Nurhayati, M.Pd., menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Angka kelulusan tahun ini merupakan yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2024, tercatat 280 siswa yang lulus. Angka ini meningkat menjadi 312 siswa pada tahun 2025. Hingga puncaknya, tahun 2026 ini mencapai 351 anak.
”Ini adalah kemudahan dari Allah SWT,” ujar Suhardini dengan suara bergetar karena haru. Proses latihan intensif dilakukan hanya dalam waktu lima hari. Namun, persiapan batin dan pembiasaan mengaji telah berlangsung selama bertahun-tahun. Para siswa telah menunjukkan dedikasi luar biasa di tengah padatnya aktivitas sekolah.
Banyak pihak merasa kagum dengan daya juang para siswa. Sebagai bagian dari Generasi Alpha, para siswa SD Insan Amanah membuktikan kemampuan mereka dalam multitasking. Selain mengejar target hafalan Al-Qur’an, mereka juga tetap aktif dalam kegiatan akademik. Siswa tetap berpartisipasi dalam ajang seni Specta dan presentasi ilmiah di Science and Art Project Expo.
SD Insan Amanah menerapkan prinsip bahwa setiap anak adalah istimewa. Semua siswa diberikan hak dan kesempatan yang sama untuk tampil. Tidak ada anak yang dibeda-bedakan. Pola pendidikan ini bertujuan untuk membangun rasa percaya diri sejak dini. “Kami ingin setiap anak mampu mengoptimalkan potensi dirinya,” tambah Dini, sapaan akrabnya.
Kualitas lulusan SD Insan Amanah tidak perlu diragukan. Proses munaqosah melibatkan 40 penguji profesional dari Ummi Foundation Daerah Kota Malang. Penguji didatangkan langsung dari luar pihak sekolah. Hal ini dilakukan untuk menjaga objektivitas dan otentisitas penilaian.
Para penguji menilai secara ketat kualitas bacaan dan hafalan setiap anak. Tidak ada unsur subjektivitas dalam kelulusan ini. Dengan sistem ini, para siswa benar-benar teruji secara mental dan kualitas. Kelulusan mereka diharapkan dapat dipertanggungjawabkan dunia dan akhirat. (*)





