IDEAJATIM.ID, PASURUAN – SMA Walisongo Gempol terus memperkuat kompetensi siswanya melalui program Double Track. Lewat program ini, siswa tidak hanya mendapat pembelajaran akademik, tetapi juga keterampilan kerja yang dibuktikan dengan sertifikat dan peluang masuk dunia industri.
Program Double Track di SMA Walisongo Gempol dijalankan melalui Lembaga Pelatihan Keterampilan Siswa (LPKS). Program tersebut menjadi salah satu keunggulan sekolah dalam menyiapkan lulusan yang siap melanjutkan pendidikan maupun bekerja.
Kepala SMA Walisongo Gempol, Selamet Priyo Utomo, S.Pd., mengatakan LPKS memiliki tujuh bidang keterampilan yang dapat dipilih siswa sesuai minat.
“Di sini anak-anak tidak hanya belajar akademik, tetapi juga diasah keterampilannya. Ada tujuh bidang, yaitu Tata Boga, Tata Rias, Tata Busana, Fotografi, Office Terapan, Desain Grafis, dan Otomotif,” ujarnya. Kamis, (6/8/2026).
Menurutnya, program tersebut berbeda dengan kegiatan ekstrakurikuler. Selain memiliki 15 ekstrakurikuler, sekolah juga menyediakan pelatihan keterampilan yang memberikan sertifikat kompetensi kepada peserta.
SMA Walisongo Gempol bahkan memiliki jargon “SMA Rasa SMK” sebagai bentuk komitmen menghadirkan pendidikan yang seimbang antara teori dan praktik.
Hasilnya mulai dirasakan para lulusan. Selamet menyebut salah satu alumni tahun 2026 berhasil diterima bekerja di PT KAI dengan melampirkan sertifikat LPKS bidang Otomotif sebagai salah satu pendukung.
“Alhamdulillah, sertifikat LPKS bisa menjadi bekal anak-anak untuk mencari pekerjaan. Salah satu lulusan kami tahun ini sudah bekerja di PT KAI,” katanya.
Seluruh program pelatihan dikelola sekolah dengan memanfaatkan tenaga pengajar internal maupun instruktur yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya. Beberapa di antaranya juga merupakan alumni sekolah.
Selain membekali keterampilan, SMA Walisongo Gempol juga telah bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja serta membentuk Bursa Kerja Khusus (BKK) untuk membantu penyaluran lulusan ke dunia kerja.
Ke depan, sekolah juga mengembangkan program magang bagi peserta LPKS. Saat ini magang dilakukan di home industry milik instruktur, dan selanjutnya akan diperluas melalui kerja sama dengan perusahaan.
“Kami ingin lulusan memiliki bekal keterampilan, mudah meraih cita-cita, baik yang ingin kuliah maupun langsung bekerja. Harapannya mereka siap menghadapi dunia nyata dan mampu berkontribusi di masyarakat,” pungkas Selamet.(*)




