MOJOKERTO, IDEAJATIM.ID – Torehan akademik tertinggi kembali lahir dari Bumi Majapahit. Buku ilmiah terkini berjudul “Transformasi Pendidikan Melalui Model Pembelajaran SANTREE” resmi diperkenalkan ke publik. Buku tersebut merupakan karya kolaboratif dari Dr. Deni Mustopa, S.Pd.I., M.Pd. bersama promotornya, Prof. Dr. Mochammad Nursalim, M.Si. dan Prof. Dr. Andi Kristanto, S.Pd., M.Pd. yang diterbitkan oleh Yayasan Giri Prapanca Loka.
Karya ini bukan sekadar buku teks belaka, namun produk nyata dan hilirisasi dari penelitian riset disertasi doktoral yang sukses dipertahankan oleh Deni Mustopa dalam Sidang Tertutup Disertasi pada 16 September 2026 di Universitas Negeri Surabaya. Kelulusan tersebut mengantarkan pria yang juga menjabat sebagai Anggota Bawaslu Kabupaten Mojokerto ini resmi menyandang gelar Doktor. Menariknya, validitas dan mutu metodologi dari model pembelajaran ini telah diakui secara global.
Terbukti, artikel ilmiah yang lahir dari bagian riset disertasinya tersebut sukses tembus dan dipublikasikan pada 3 jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus. Hal ini memberikan legitimasi akademis tingkat dunia terhadap keandalan Model SANTREE.
Model SANTREE (Set Goals and Objectives, Assess Prior Knowledge, Navigate Technology, Tech Language Skills, Reinforce Learning, Engage Collaboratively, dan Evaluate Progress) dirancang khusus sebagai solusi atas tantangan digitalisasi dan penguasaan bahasa Inggris di pondok pesantren. Model inovatif berbasis pengembangan ADDIE ini mengintegrasikan Keterampilan Sosial Emosional (KSE) serta penanaman nilai spiritual lewat ayat-ayat kauniyah.
“Kami bersyukur riset disertasi ini tidak hanya selesai di atas kertas, tetapi metodenya telah diuji secara ketat oleh peer-review internasional melalui publikasi 3 jurnal terindeks Scopus. Melalui buku ini, kami ingin membagikan panduan praktis bagi pesantren agar mampu mencetak santri yang cakap teknologi dan berdaya saing global,” terang Dr. Deni Mustopa.
Buku setebal 169 halaman ini kini menjadi salah satu rujukan utama dalam penerapan Kurikulum Merdeka di lingkungan pendidikan Islam.
“Hal ini menjadi sumbangsih penelitian kami bahwa inovasi berbasis pesantren mampu bersaing di panggung ilmiah internasional,” urai Dr. Deni. (Nif)





